Arthemia Premium

Get the pro version of Arthemia: The Arthemia Premium. Read the side-by-side comparison here.

The Platformate Theme

Platformate: Your blog's total makeover. Available for sale now!

Side Notes

This entry was posted on 14 August 2008 at 21:22 and filed under Indonesia section.

You can add your comments or trackback from your own site. To keep you updated to the latest discussion, you can subscribe comments via RSS.

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally recognized avatar, please register at Gravatar.com.

Home » Blog » Indonesia

Terlahir dengan Modal untuk Bangga

Tiga hari menuju perayaan kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-63. Bagaimana perasaan Anda? Anda bangga? Ataukah biasa saja? Atau malah malu melihat perayaan kemerdekaan kita diwarnai oleh berbagai kasus korupsi di pemerintahan yang mencuat ke permukaan? Tidak tanggung-tanggung, dari Sabang sampai Merauke, sudah ketahuan berbagai kasus korupsi di berbagai perangkat pemerintahan. Dengan keadaan menyedihkan seperti itu, habiskah alasan kita untuk berbangga akan negara kita?

Saya tertarik untuk berkomentar tentang hasil sebuah survei yang dilakukan oleh Bambang Setiawan/Litbang Kompas yang terdapat dalam Harian Umum Kompas tanggal 10 Agustus 2008. Survei tersebut ditampilkan pada halaman 15 di bagian pojok kanan bawah, untuk lebih tepatnya. Hasil survei tersebut cukup untuk membuat kita semua berpikir.

“Jika dibandingkan dengan negara-negara lain, apa keburukan Indonesia yang paling membuat Anda merasa malu?”

48% menjawab korupsi dan 10% menjawab kemiskinan serta masalah sosial. Beberapa jawaban lainnya adalah buruknya perekonomian (8,1%), integritas moral seperti malas dan tidak disiplin (6,5%), perilaku elite yang buruk (5,4%), masalah keamanan (4,6%), penegakan hukum yang lemah (3,6%), lain-lain (9,6%), tidak ada (2,5%), dan tidak tahu (1,7%).

“Jika dibandingkan dengan negara-negara lain, apa keunggulan Indonesia yang paling Anda banggakan?”

29,3% menjawab keragaman etnis, budaya, dan seni sedangkan 27,3% lainnya menjawab kekayaan alam (SDA). Beberapa jawaban lainnya ialah keramahtamahan (3,9%), pariwisata (3,5%), lain-lain (22,4%), tidak ada (7,6%), dan tidak tahu (6,0%).

Berbekal hasil survei tersebut, apakah salah apabila saya menganggap bahwa kita semua terlahir dengan modal yang cukup besar untuk berbangga akan negara kita ini? Bayangkan saja: keragaman etnis, budaya, dan seni. Kita menyadari keberadaan hal tersebut di sekitar kita dan kita pun berbangga karena keberadaannya. Tak perlu berkeringat, tak perlu berpeluh darah, kebanggaan itu telah ada sejak nenek moyang kita. Terlepas dari kita mau berbangga atau tidak, poin kebanggaan itu akan tetap melekat di diri kita sekalipun kita berleha-leha dan bermalas-malasan di kasur setiap hari. Terang saja: keragaman etnis, budaya, dan seni. Ribuan pulau, ratusan suku, dua ratus dua puluh juta penduduk, enam agama, dan lain sebagainya. Katakan saja: sudah bawaan lahir.

Kemudian terlintas beberapa pertanyaan dalam pikiran saya:

“Mengapa kita harus mencoreng kebanggaan turun-temurun yang tak perlu susah-susah kita raih dengan tindakan-tindakan tercela kita?”

Bukankah seharusnya kita memupuk dan memelihara kebanggaan yang sudah kita miliki kemudian terus berusaha menjadi negara yang lebih baik lagi sehingga kita bisa semakin berbangga atas negara kita? Mengapa kita memilih untuk mencoreng kebanggaan yang sudah kita punya – gratis pula – dan malah menutupinya dengan tindakan tercela kita? Korupsi, misalnya.

Apakah manusia Indonesia memiliki sifat koruptor dan diturunkan secara genetik? Apakah manusia Indonesia memang terlahir untuk memiliki tingkat integritas moral yang rendah?

Saya yakin kita semua tahu apa jawaban yang benar. Saya juga yakin kita semua tahu apa yang harus kita lakukan.

Percayalah, tak akan pernah habis alasan bagi kita untuk berbangga akan negeri kita ini. Modal kebanggaan itu sudah melekat dalam diri kita masing-masing; sekali lagi, sudah bawaan lahir. Sekarang tinggal bagaimana kita menyikapi kebanggan tersebut dan memutuskan apakah kita rela mencoreng-coreng kebanggaan itu dengan segala tindakan tercela kita. Semoga di masa depan kita tak akan pernah (lagi) berbangga karena keanekaragaman kita sambil pada saat yang sama menutup muka kita karena malu akan kebobrokan kita sendiri. Jangan sampai Soekarno-Hatta dan semua pahlawan-pahlawan kita ikut menutup muka mereka (lagi), entah di manapun mereka berada.

Dirgahayu Indonesiaku.

Ilustrasi diambil dari sini.

21 Comments

  1. harry aka Ponco said:

    hi bel, blog lu keren bgt..btw kebanggaan yg didapat secara turun temurun adalah kebanggaan yang semu menurut gw. seseorang harusnya bangga pada apa yang dia sendiri hasilkan. makanya kalo kriterianya gitu, gw rasa bangsa indonesia ga bisa berbangga diri dalam banyak hal.

    kaya tadi gw nonton, katanya kereta shinkansen udah ada di jepang dari tahun 64. terus gw tanya ke teman kita,”indonesia kapan punya kereta sebersih itu?”. terus dia jawab, “kayanya ga mungkin”. see?emang sih susah bgt untuk punya shinkansen indonesia, tp intinya bangsa indonesia ga punya hasil usaha konkrit yang bisa dibanggakan.

  2. Izmi said:

    Sorry Mike, Out Of Topic …
    Tapi gambar uang 100ribuannya emang lucu … haha :lol:
    Baru mampir lagi gw ke sini … :mrgreen:

    Bangga jadi orang Indonesia, karena gw bangga dahulu ada yang memperjuangkan nasib bangsa kita ini. Cuma yah, tau sendiri kotornya pemerintahan dan politik oleh masalah korupsi, korupsi dan korupsi dan sebagainya.

    Cape ah, ngomongin kejelekan bangsa ini mulu. Ngga bakal abis kayaknya … :roll:

  3. babsQ said:

    Hmm, mestinya para responden merenungkan hal ini dulu..

    ” “Jika dibandingkan dengan negara-negara lain, apa keburukan Indonesia yang paling membuat Anda merasa malu?”

    48% menjawab korupsi
    (seharusnya kita gak usah jadi munafik, bukannya perilaku korupsi udah jadi budaya yang mengakar di bangsa ini? tak terkecuali masyarakat banyak, pelajar, dan mahasiswa? korupsi memang bisa terbagi menjadi dua.. corruption based on need and based on greed.. yang satu kecil2an yang satu lagi gede2an.. siapa aja pasti pernah melakukannya.. tapi yah, korupsi tetap korupsi kan?) :wink:

    dan 10% menjawab kemiskinan serta masalah sosial dan
    buruknya perekonomian (8,1%)
    (yang ini ada dua hal, perekonomian yang hancur2an gara2 korupsi tadi ato masyarakat kita yang mulai kehilangan rasa ketiakawanan sosial? soalnya kan banyak yang kaya tambah kaya nih, yang miskin ttep miskin..
    yang konvoi mobil2 mewah banyak, yang ngantri BBM juga banyak…hmm, jadi tanggung jawab siapa yaak??) :roll:

    integritas moral seperti malas dan tidak disiplin (6,5%)
    (ini sih harus berkaca pada diri kita sendiri hehehe…)
    :mrgreen:

  4. dee said:

    Bangga untuk sesuatu yang bukan kita yang mengusahakan?
    Kalo kita yang bikin alam ini kita boleh bangga,
    kalo kita udah berhasil ngerawat alam indonesia ini baru boleh bangga.
    Sebagai anak bangsa saya malu,
    malu karena belum bisa berbuat sesuatu
    malu karena hanya bisa melihat indonesia ini terpuruk
    malu melihat banyak orang yang tidak tahu malu di bangsa ini
    dan malu karena merasa malu..
    maaf saya malu, bukannya ngga cinta indonesia
    justru karena saya cinta indonesia makanya saya malu

    mungkin bangsa indonesia seharusnya merasa malu?
    karena kalo bangga melulu malah lupa maju…

    eh, salam kenal yak, blognya menarik banget!

  5. yayi said:

    Wah kalo ada uang 100 gambarnya bgtu seru bgt! haha

  6. macangadungan said:

    bangga sih, bangga… budaya korupsinya ini yg bikin malu…
    sama Indonesianya gue jelas bangga. sama koruptornya ini gue ga bangga.

    tp semuanya mulai dr diri kita aja dulu

    apakah kita juga koruptor?

  7. kebumendiary said:

    wah baru tahu aku, karena kemaren gak lihat secara keseluruhan site nya. Makasih mas kunjungan dan templetnya. Bagus banget !!

  8. yonna said:

    Btw, itu gambar uang seratus ribuannya kocak banget hahaha.

    Kalo soal bangga, gue bersyukur bokap-nyokap gue bukan koruptor dan bersyukur masih bisa punya kehidupan di Indonesia. Terlepas dari kebobrokan mental bangsa, gue bangga ma hal2 positif aja. Abis gimana ya, bukannya hipokrit, gue tau dan gue akui bangsa kita sedang di titik nadir tapi gue capek liat berita2 itu lagi itu lagi, jadi mending cari berita yang membahas prestasi atau apa lah semacam itu yang bisa menginspirasi :)

    Sisanya lebih enak buat bahan tertawaan aja :)

  9. Hning said:

    Adakah yang tidak berbangga sebagai warga negara Indonesia? Aku pikir setiap orang bangga bro… Yang tidak patut dibanggakan, hanyalah pola pikir yangselalu maunya serba “instan”. Dari situlah, tindakan tercela itu muncul.

    Kembalinya, 3rd world nation :)

  10. fikri said:

    saya bangga terlahir di indonesia. saya bangga memegang paspor hijau garuda. memang kebanggaan itu memuncak setelah saya di sini. banyak banget yang bisa dibanggain dari indonesia.

    yang bikin sedih adalah orang2 indonesia di luar negeri yang justru mencoreng citra indonesia sendiri dari opini2nya. menjelek2kan indonesia bukan memberikan opini2 membangun.

    saya akan kembali untuk INDONESIA.

    *yang abis upacara dengan khidmat di KBRI
    **pertama kalinya upacara dengan kesadaran sendiri

  11. christin said:

    Aku masih bangga dengan Indonesia dan menjadi warga negara Indonesia, terlepas dari segala permasalahan internal maupun eksternalnya, juga citra Indonesia di mata dunia.

    Aku percaya setiap orang - dan sistem - punya sisi baik yang bisa dibanggakan. Rasanya bangga waktu bapak kost yang orang Belanda asli muter gamelan jawa dan memuji bahwa lagunya bagus, kemudian menunjukkan foto rumahnya jaman tahun 20an dulu di Batavia - yang mungkin sekarang udah gak ada lagi. Bangga juga melihat binar mata orang asing yang keheranan mengetahui luasnya wilayah Indonesia, ragam kebudayaan Indonesia, dan attitude santun dari orang-orang Indonesia.

    Ah. Sekali lagi pertanyaan ini muncul, Bel, kenapa rasa bangga jadi orang Indonesia baru muncul setelah gak tinggal lagi di Indonesia?

  12. ojan said:

    bangga karena dah dapat medali emas di olimpiade Beijing 2008 Bel :razz:
    karena south africa (tempat gue menginjakkan kaki sekarang), malah baru dapat sekarang
    kemarin2 teman2 kantor gue di sini iri karena indonesia dah dapat medali (waktu itu masih perunggu), sedangkan negara dia belum

    btw gue baru ngerasa benar2 bangga sama Indonesia
    ketika gue dah berada di negara orang
    ngebandingin gimana kondisi di sini dengan di Indo
    dan bersyukur atas segala kenyamanan Indonesia yg pernah gue rasain

  13. Michael (author) said:

    @Ronggo: wah, jangan gitu dong. kalo mental penghancur kaya gitu bisa-bisa semuanya keburu hancur duluan. hehehe.. ayo semangat!

    @eka: sepakat banget, emang kuncinya mulai dari diri sendiri. mari kita banggakan setiap potensi yang Indonesia miliki, di segala bidang; mau yang kecil, besar, semuanya layak untuk dibanggakan, asal positif. dan untuk sinetron dan film bioskop, saya speechless. hahaha..

    @mya: my, konsep sustainable industrial development, green engineering, dan konsep reuse, recycle, dan recover (3R) itu konsep utopis. apalagi so-called ‘green’ lifestyle, oh my god i’m sick of it. tapi walaupun itu konsep utopis, itu adalah salah satu kampanye untuk menyadarkan sebagian orang agar kehancuran tidak terjadi secepat itu. hahahaha..

    @izul: ppkn? hahaha.. jadi inget masa sekolah yang kerjanya cuman ngerjain LKS doang. hehe.

  14. Izul Cyber Cafe said:

    Wah jujur untuk Indonesia sekarang gue tidak terlalu bangga, apa lagi melihat bapak2 kita yg pada kepergok maling uang rakyat, perekonomian yang semakin terperosok, angka kemiskinan yang semakin meningkat, pendidikan yg buruk.
    Berita kriminal yang tiap hari ada di TV (pembunuhan, pencurian,dll)+ acara tv yang kayak disebutin mbak Eka.
    lagu cemen, kuis gampangan dll.

    Agama yang kuat haruslah menjadi yang paling utama ada di diri kita dan adik2 kita, biar Indonesia terhindar dari korupsi dll itu.
    Ditambah pelajaran yg menyangkut harga diri(kewarga negaraan /PPKN) harus diperbanyak. :).

  15. Mya said:

    “Mengapa kita harus mencoreng kebanggaan turun-temurun yang tak perlu susah-susah kita raih dengan tindakan-tindakan tercela kita?”

    Karena tidak semua orang bisa berpikir seperti ini, Karena pemikiran seperti ini cenderung dianggap utopis
    Selain memberantas korupsi, sepertinya kita harus menghilangkan sikap pesimis dulu.. :!:

  16. eKa said:

    Kalau mau bangga lagi sama Indonesia ya harus mulai introspeksi. Dimulai dari diri masing-masing deh…. Kita introspeksi, apa-apanya yang bikin Indonesia jelek, yang ada di diri kita sendiri, mulai kita kurangi. Kalau punya kesempatan dan kemampuan buat bikin Indonesia bangga (lewat olahraga, seni, science, tech, bisnis, apa pun itu) malah lebih bagus lagi. Udah pesimis banget kalau mau ngandelin bapak-bapak pejabat yang makin hari makin munafik itu. Tapi, kalau cuma nunggu aja, kita bakal tetap ada di sini sampai kiamat datang. Apa kita rela?

    Mau nambah hal-hal yang bikin Indonesia malu: sinetron, film sampah (model Anda Puas Saya Loyo lah, XL lah, terus yang baru yang segede-gede gajah iklannya: Basahhh), sama musik cengeng. Gimana mau punya semangat juang, disakitin cewe, mewek. Beraninya selingkuh, bukannya confront langsung.

  17. Ronggo said:

    pertamaxx gak ya
    ikuti aja aruuus.. sulit rasanya untuk memberantas korupsi.. tunggu aja indonesia sampe hancur dan kita bangkit sama-sama.. contoh kasus: saat kita di jajah sama tsunami aceh, biar pd baru nyadar

Leave your comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled website. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.com.

4 Trackbacks

  1. 10 Cara Efisien Untuk Membuat Brand/Merek Pada Blog : Indonesian Blogger’s Lifehack
  2. Berapa Indonesian Quetionent Kamu? | Salatigapress
  3. Ketahuilah Kelebihanmu! | WWA Magazine
  4. Berapa Angka Indonesian Quetionent Kamu? | WWA Magazine

Greetings

Welcome to JUBEL and The Unessentials: a blog, portfolio, and personal website of Michael Jubel Hutagalung.

Who am I?

I am a web designer from Bandung, Indonesia. Addicted to CSS, XHTML, AJAX, and Wordpress. I'm currently available for freelance projects. Just give me a buzz and tell me what you need.

Buzz Me!