Cobalah Cium-ciuman, The Dumai Shots
7.08.08 at 2:26 in Flickr # 8 CommentsJudul yang cukup menarik, bukan? Coba definisikan terminologi “cium-ciuman” dalam benak Anda. Bukan hanya “cium”, tapi “cium-ciuman”. Bergantung pada level kemesuman yang telah Anda capai, sebagian (besar) dari Anda kemungkinan memiliki ekspektasi tertentu saat membuka entri ini: melihat foto sensual pasangan yang sedang bercium-ciuman di Dumai misalnya. Maafkan apabila saya tidak dapat memberikan yang Anda inginkan. Keseluruhan entri ini hanyalah kumpulan foto-foto sok artistik yang saya ambil di Kota Dumai.
Foto di samping kiri menggambarkan bahwa pepatah “size does matter” relatif populer di kalangan supir-supir angkot di Kota Dumai. Angkot yang dilengkapi dengan speaker tentunya hal yang biasa saja. Tapi coba bayangkan apabila tinggi speaker tersebut mencapai 95% tinggi ruangan yang tersedia di dalam angkot; disambungkan dengan perangkat audio seadanya yang dinyalakan pada volume yang efek kebisingannya menurut saya hampir dapat menyebabkan kematian. Saya yakin level kebisingannya masih berada di bawah 140 dB dan masih jauh untuk mampu membunuh manusia dalam waktu kontak yang instan. Namun segalanya bisa terjadi apabila efek tersebut teramplifikasi karena adanya alunan melodi-melodi Pop Rock Melayu yang terhembus keluar dari loudspeaker gigantisme itu.
Some shots on the refineries.
Keempat foto di atas adalah beberapa foto yang saya ambil di Pertamina UP II Dumai. Foto di sebelah kiri atas ialah foto pipelines, piperack, dan supporter yang terdapat di unit HC Unibon. Foto di sebelah kanan atas dan di sebelah kiri bawah adalah foto yang diambil di lantai 5 Delayed Coking Unit. Foto di sebalah kanan bawah ialah foto siluet dari kilang yang diambil pada pukul 7 pagi dari kantor Process Engineering. Jangan tanyakan mengapa fotonya bisa menjadi siluet seperti demikian karena foto itu saya ambil saat saya sedang agak kurang kerjaan mengarahkan kamera saya dan menekan tombol “capture”.
Pollution has never been this beautiful.
Anda benci dengan polusi? Saya juga. Tapi tidak dapat kita pungkiri bahwa polusi ialah konsekuensi dari banyak kemudahan hidup yang kita telah nikmati. Keempat foto di atas diambil sesaat setelah hujan mereda di siang hari dan ditampilkan bersama hanya karena keempatnya merupakan foto potrait. Foto di sebelah kiri atas ialah kolom-kolom absorpsi yang terdapat di unit Hydrogen Plant. Foto di sebalah kanan atas dan di sebelah kiri bawah merupakan topping unit yang terdapat pada Crude Distillation Unit. Foto terakhir ialah foto kolom fraksionasi yang terdapat di Delayed Coking Unit.
Newsletter
Subscribe RSS











Cuman cium ciuman aja ya hehehehe…
Hmm..gw suka ama toning abu-abu. Kesannya dingin menyejukkan. (ini muji bkn ya?)
sengaja apa ga tu? apa gara2 polusinya ya..? haha
Btw, baca kata ‘cium-ciuman’ kok gw biasa2 aja ya? Jangan2 saking level kemesuman gw ketinggian makanya hal sperti ini gw anggap biasa2 saja. ato mungkin krn lg positive thinking aj kli ya. mudah2an yg kedua.
yonna
pastinya gua akan tetap sabar. untung sekarang udah ada di Bandung lagi. Hehe..
mastal
salam kenal juga, mastal!
macangadungan
salam kenal. hehe.. yes, polusi emang konsekuensi. jadi sudah tanggung jawab kita untuk menanggulanginya. hehe..
makasi udah mampir…
tadi kirain itu nama film ato kumpulan foto2 ciuman yg aneh XDDDD
*tp tetep… mood lgsg turun begitu ngelihat gambar asep polusi, tp bener juga … emang polusi adalah konsekuensi dari kemudahan yg kita dapat. hikss…
wah fotonya kuureennnnnn sip dah
salam kenal mas michael
“Judul yang cukup menarik, bukan? Coba definisikan terminologi “cium-ciuman” dalam benak Anda. Bukan hanya “cium”, tapi “cium-ciuman”. Bergantung pada level kemesuman yang telah Anda capai, sebagian (besar) dari Anda kemungkinan memiliki ekspektasi tertentu saat membuka entri ini: melihat foto sensual pasangan yang sedang bercium-ciuman di Dumai misalnya. Maafkan apabila saya tidak dapat memberikan yang Anda inginkan. Keseluruhan entri ini hanyalah kumpulan foto-foto sok artistik yang saya ambil di Kota Dumai.”
Eh boro-boro mikir atau berharap, begitu liat judulnya gue langsung klik kok
Hah pop rock pake melayu, dolby stereo jugak! Aaarrggghh, yang sabar yah Mike
Bang jubel, pertama kali awak baca judulnya, terpikirkan oleh awak roco sifredi dan beberapa teman seperjuangannya.
Menurut gw foto yang menarik tuh foto speaker. Emang di Dumai smua angkot yang franky supirin kaya gitu yah speakernya ??
parah sekali.
Pierre
salam kenal juga, Pierre. btw artistik sebelah mananya yah??
wah, foto yang refineries artistik banget! lu hobi fotografi juga ya? keren! michael jubel the multi-talented guy!
salam kenal.