Arthemia Premium

Get the pro version of Arthemia: The Arthemia Premium. Read the side-by-side comparison here.

The Platformate Theme

Platformate: Your blog's total makeover. Available for sale now!

Side Notes

This entry was posted on 9 May 2008 at 23:45 and filed under PetroChemical Engineering section.

You can add your comments or trackback from your own site. To keep you updated to the latest discussion, you can subscribe comments via RSS.

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally recognized avatar, please register at Gravatar.com.

Home » Blog » PetroChemical Engineering

Mengapa Begini, Mengapa Begitu? Ala Teknik Kimia.

Artikel ini diawali dengan perasaan “bersalah” saya terhadap ilmu yang saya tekuni. Setelah berbulan-bulan nge-blog, tidak ada satupun artikel yang berkenaan dengan ilmu Teknik Kimia secara eksplisit. Hahahaha.. Untuk itu, saya akan mencoba untuk menyadarkan Anda semua mengenai berbagai hal sederhana yang terjadi di sekitar kita, yang pada dasarnya sangatlah erat dengan ilmu Teknik Kimia. Percaya deh, artikel yang ini tidak “berat” sama sekali. Lagipula saya akan sangat berusaha untuk meminimalisasi penggunaan kata yang terlalu “lokal”. Hehehe..

1. Mengapa kita tidak boleh membuka presto saat baru selesai digunakan?
Jadi begini.. air yang berada dalam presto, entah dari materi dalam makanan atau memang dari air yang ditambahkan, akan berubah bentuk menjadi uap karena dipanaskan. Nah, karena presto ialah sebuah bejana yang benar-benar tertutup, tidak ada uap air yang dapat terbebas keluar dari presto tersebut. Hal itu menyebabkan tekanan presto dapat terus meningkat seiring dengan kenaikan suhu yang disebabkan oleh pemanasan kompor. Itulah mengapa presto dapat memasak segalanya dengan lebih cepat dan menghasilkan masakan yang lebih lunak; itu karena tekanan tinggi dan temperatur tinggi. Nah, apa yang akan terjadi apabila Anda membuka presto saat baru saja selesai digunakan? Sederhana saja, paling-paling tutup presto akan meloncat ke atas Anda lalu disertai dengan sedikit bunyi ledakan dan semburan uap air panas. Hehehe.. maka dari itu, tunggulah agar presto dingin.. Itu akan menyebabkan tekanan dalam presto menurun dan segalanya akan menjadi aman bagi Anda.

2. Mengapa gula lebih cepat melarut pada air panas?
Jadi, pada dasarnya hal itu disebabkan oleh sifat kelarutan padatan dalam cairan yang akan meningkat seiring dengan peningkatan suhu; dan itu berlaku sebaliknya. Padatan akan semakin mudah larut dalam pelarut yang memiliki temperatur yang lebih tinggi. Selain karena efek kelarutan, temperatur yang tinggi berfungsi sebagai pemasok energi pelarutan yang digunakan agar padatan larut dalam air. Sumber energi lain yang biasa Anda gunakan sehari-hari tentunya ialah energi dari tangan Anda. Anda tinggal pilih, Anda dapat mengocok-ngocok minuman Anda hingga tangan Anda pegal ato mengambil jalan pintas dengan menggunakan air panas. Hehehe..

3. Kenapa minuman soda lebih nikmat saat dingin?
Ini lagi-lagi berhubungan dengan kelarutan namun kali ini berhubungan dengan kelarutan gas dalam cairan. Rasa nikmat pada minuman soda disebabkan karena tingginya kandungan karbondioksida dalam minuman Anda. Anda ingat kan mengapa soda disebut minuman berkarbonasi; itu karena memang di dalamnya dilarutkan karbondioksida. Nah.. pada suhu tinggi, karbondioksida akan terbebas dari cairan sedangkan pada suhu rendah karbondioksida akan terlarut. Maka dari itu, masukkanlah minuman soda Anda ke dalam lemari pendingin agar semakin banyak karbondioksida yang terlarut dalam minuman soda Anda dan pasti minuman itu akan terasa lebih nikmat. Uhh yeahh.. Hehehe..

4. Mengapa deodoran berbentuk cairan dalam kemasan namun berubah jadi spray saat digunakan?
Saya yakin Anda semua menyadari ini tapi Anda tidak mau tahu dan tidak peduli tentang penjelasan ilmiah fenomena tersebut. Hahaha.. Jadi gini.. pada dasarnya materi kan bisa berbentuk padat, cair, dan gas, bukan? Nah, kapan materi berbentuk ini atau itu sangatlah dipengaruhi oleh tekanan dan temperatur. Kemasan deodoran ialah sebuah bejana yang memiliki tekanan yang cukup tinggi untuk membuat materi di dalam kemasan tersebut berada dalam bentuk cairan. Saat kita menggunakan deodoran tersebut, cairan akan keluar dan “bertemu” dengan udara luar yang memiliki tekanan lebih rendah; cukup rendah untuk membuat cairan itu berubah wujud menjadi gas. Cukup sederhana bukan penjelasannya? Hehehe.. Penjelasan ini juga berlaku untuk tabung LPG di rumah kita. Penjelasan mengenai apakah seluruh materi di dalam kemasan/tangki itu berwujud cair atau tidak hanya akan dijelaskan bila saya sempat dan bila Anda tertarik. Anda tertarik dengan keseimbangan uap-cair? Hehehe..

5. Mengapa deodoran spray tidak boleh diletakkan di tempat panas?
Sebenarnya, deodoran spray Anda tidaklah sepenuhnya terdiri dari senyawa kimia yang berfungsi sebagai pengharum dan anti-pespirant. Di dalam kemasan tersebut terdapat gas pendorong yang berfungsi mendorong senyawa-senyawa lain keluar dari kemasan. Zat pendorong yang umumnya digunakan ialah CFC dan butana. Penggunaan CFC sudah dihentikan dan umumnya deodorant spray sudah menggunakan butana. Tidak perlu saya jelaskan bukan mengapa penggunaan CFC dihentikan. Dan ingat, itu bukan karena ancaman hujan asam atau global warming. Memang sih CFC dapat berkontribusi memperparah global warming tapi bukan itu isu utamanya. Apakah Anda ingat isu yang satunya lagi?? (*Ya Anda benar, isu penipisan lapisan ozon.. Hehe..) Nah, kembali ke gas pendorong.. Apabila Anda meletakkan kemasan deodoran di tempat panas, suhu gas pendorong di dalam kemasan akan meningkat dan tentunya tekanan gas tersebut akan meningkat. Selain peningkatan tekanan, butana pada dasarnya ialah gas yang mudah terbakar. Jadi coba Anda bayangkan apabila tekanan terus meningkat, lalu butana bocor dan bertemu dengan udara yang mengandung oksigen serta didukung dengan suhu sekitar yang panas. Yaahh.. kira-kira ada ledakan api dikit lah ya.. Hehehe..

Demikianlah beberapa mengapa-begini-mengapa-begitu ala teknik kimia yang dapat saya bagikan. Dan Anda harus maklumi bahwa walaupun saya sudah semester 8 namun saya hanyalah mahasiswa biasa yang tidak luput dari kesalahan. Hahaha.. Semoga paparan di atas dapat meningkatkan pemahaman Anda tentang fenomena alamiah di sekitar kita.

Salam.

44 Comments - newer to older

  • antown says:

    wau, teknik kimia. bikin puyeng kepala saya

  • Ade says:

    Hmm….. serasa baca buku “Einstein Aja Gak Tau”.. :mrgreen:
    Mungkin berniat bikin buku sendiri? HUhehehe…

  • chriz says:

    Woow… Ngebahasnya seru amat. Hihihi. MO ikutan jawab yang soal henpon di pom bensin itu donk. Kalo gak salah itu berhubungan ama yang namanya static electricity. kayak itu lho,kalo kita gosok2in penggaris atau sampul mika ke kepala, rambut kita bakal berdiri. Nah hal yang sama terjadi di pom bensin. ketika kita menelepon, ada listrik statis yang dilepas ke udara. dan seprti yang jubel bilang, pom bensin itu gudangnya material volatil dan mudah terbakar jadi kalo ada percikan listrik statis itu bisa membakar si material volatil itu. sedikit percikan aja bisa menimbulkan bahaya yang hebat.

    tapi kenapa masih banyak yang gak peduli ya? mungkin karena blom ada yang benran kejadian. (amit-amit jangaannnnn)

    bel, terusin bikin artikel kaya ginian yaaa…. *rindu tekkim*

  • michaeljubel says:

    M, okay then! semoga bisa membantu.. hehe.. maap tidak bisa membantu lebih.. hehe..

    yonna, hehe.. jangan menyesal.. masih ada waktu buat belajar lho.. manusia kan tidak pernah habis waktu untuk belajar.. lagipula kimia dasar itu gampang kok.. kimia dasar lho ya. hahahaha..

    andre, thanks for the info. lu gak suka potensial kimia juga? hahahaha.. emang tuh.. gak jelas bgt! hahaha..

  • andre says:

    oh iya, buat yonna
    ada kok buku chemistry for dummies
    bentuknya kayak buku komik gitu

    cari aja di gramedia

  • andre says:

    Mau nambahin jawaban untuk pertanyaannya yuki tobing soal tanggal kadaluarsa susu.
    Susu dapat langsung dilihat apakah sudah rusak atau tidak langsung dari bau dan rasanya.
    Kalau rasanya sudah asam dan bau, pasti sudah rusak, walaupun tanggal kadaluarsanya belum habis. Kalau rasanya masih enak walaupun sudah lewat masa kadaluarsa, berarti susunya masih bagus. Tanggal kadaluarsa hanyalah estimasi dari produsen susu, yang dilihat berdasarkan data penelitian di lab. Hasil realnya tentunya akan sedkit berbeda, tergantung cara penyimpanan susu itu sendiri.

    Sekedar info, saya pernah PKL di PT. Indomilk. Kalau ada pertanyaan seputar susu, mudah2an saya bisa membantu

  • andre says:

    halo
    saya anak kimia murni
    maaf tidak bisa memberikan penjelasan tentang potensial kimia
    soalnya saya juga nggak suka
    hehehe

    bel, boleh nanya soal microwave?
    benda2 apa saja yg tidak boleh diletakkan di dalam microwave?
    yg jelas aluminium foil gak bisa, soalnya gue pernah nyoba dan terbakar. Itu kenapa ya?
    Mohon penjelasan.

  • yonna says:

    waw pencerahan buat orang awam (kimia) kaya saya neh :mrgreen:

    kimia bukan mata pelajaran favorit jaman sekolah dulu, denger anoda katoda, asam basa, rumus udah bikin lemes hahaha

    setelah sekian lama, saya nyesel kenapa gak mau rajin belajar kimia karena ternyata di kehidupan sehari-hari kita akan ketemu hal-hal yang memerlukan pengetahuan kimia. yaahhh…moga-moga ada buku Chemistry For Dummies deh :razz:

  • M says:

    gak papa bel dah. gue dah ngerti dikit2 tadinya blank banged. gara2 kata kunci lo tuh jadi browse ke tempat yang lebih mencerahkan. hehehe

    makasih banget yah. lo gue calonkan jadi ketua blogger science club..wuekekeke..tau ada yang matematik gak? mau tanya2 lagi nih. kicau dah ilmu gue interdicipliner jadi kemana2..

    HEEELLLPPPP!!! :idea:

  • michaeljubel says:

    hmm.. waduh, ilmu gua cuman sebatas vapor pressure soalnya.. cuman sebatas tinjauan termodinamika dan tinjauan molekular tapi secara makroskopik.. kalo ampe ada ikatan kimia dan interaksi berarti udah tinjauan mikroskopik.. mungkin itu ujung-ujungnya jadi berhubungan dengan potensial kimia.. nah, karena udah nyampe potensial kimia, gua angkat tangan.. hahaha.. saking ribetnya, di teknik kimia, konsep potensial kimia ampe diganti lho ama konsep fugasitas dan konsep vapor pressure.. hehehe.. jadi kalo ampe sono gua ndak tau.. hehe..

    :mrgreen:

    kalo konsep vapor pressure yang berhubungan ama boiling point, gua relatif lebih yakin.. tapi kalo penurunan vapor pressure itu disebabkan karena pengurangan luas penguapan efektif atau karena ada energi yang digunakan untuk pemutusan ikatan, gua gak yakin mana yang bener.. ada kemungkinan bahwa dua-duanya bener dan saling berhubungan.. walaupun gua masih agak bingung kenapa ikatan bisa berpengaruh karena konstanta Kb, yang digunakan untuk perhitungan delta Tb, itu spesifik terhadap solvent dan bukan terhadap solutnya..

  • M says:

    Aduh guru, jangan bingung. kalo guru bingung, siapa yang ngajarin gue ..coba tolong di cek deh bacaan gue:

    “When table salt is added to water, the partial charges on the water molecule are attracted to the Na+ and Cl- ions. The water molecules work their way into the crystal structure and between the individual ions, surrounding them and slowly dissolving the salt. The water molecules will actually line up differently depending on which ions are being pulled into solution. The negative oxygen ends of water molecules will surround the positive sodium ions; the positive hydrogen ends will surround the negative chlorine ions.”, ini dapetnya dari sini: http://www.visionlearning.com/library/module_viewer.php?mid=57

    terus ini gue dapet dari sini:

    “as when you add salt in water then salt molecules form a bond with water molecules. So the movement of molecules decreases and as we know when molecules move fast then water evaporates quickly. Because of the bond between water and salt molecules, It takes extra energy to break this bond and that’s slows down the evaporation.

    Another reason is that as every one knows water starts to evaporate at high temperature. At 100 degree centigrade water starts boiling and it also starts evaporating. But the cause for boiling of water is the speed of molecule. When heat is provided to water then molecules of water starts moving with great speed and soon their speed come to that point where that is considered enough for water to boil and evaporate.

    When we add salt then salt then water becomes heavier and water’s molecules make bond with salt’s molecules and as a result it affects on thee speed of molecules. So even if we provide heat to water then molecules start moving very slowly and they take more time to evaporate than water without salt.”
    ini dari sini: http://www.blurtit.com/q822352.html

    but then again, these aren’t so reliable. please check for me bel..
    thank u thank u

  • michaeljubel says:

    M – gua bingung kenapa bisa ada ikatan kimia antara air dan garam.. kenaikan temperatur itu gak dipengaruhi oleh jenis garam dan hanya dipengaruhi oleh konsentrasi dan jumlah ionnya bukan? nah kalo itu bukankah itu sepenuhnya faktor fisik?

    hmm agak bingung kalo ada konsep pemakaian kalor untuk pelepasan ikatan.. kan secara termodinamika, boiling point (T saturated) itu dipengaruhi vapor pressure kan.. nah kalo berdasarkan argumen M, besar/kecil vapor pressure itu dipengaruhi oleh pasokan kalor. bukankah itu jadi bertolak belakang? jadi timbal-balik gak konsisten gt.. hehe.. aduh, bingung! hahaha…

  • wahyu says:

    to: M
    eh, sebenernya gw agak2 bingung, emang kalo dalam suatu larutan tuh solute ama solvent nya berikatan ya? hehehe…maap kalo pertanyaan agak bodoh, dari dulu gw ga ngerti ama yg namanya kimia… :???:

  • M says:

    iya gue juga jadi bingung. tapi begini bukan kejadiannya di gue (T oven sama, so let’s not talk about increasing T biar gue gak bingung):

    1. penambahan garam ke dalam air membuat air berikatan dengan ion2 garam.
    2. untuk megubah fasa cair ke fasa gas, air perlu melepaskan diri dari garam
    3. pelepasan diri ini membutuhkan energi=heat
    ————–
    then,

    4. dalam perlakuan T yang sama (dengan non salted water di oven yang gue pake 105 derajat), salted water melepaskan H2O lebih sedikit dari pada purified water karena heat yang tersedia dipake untuk melepaskan diri dari peraangkap garam dulu. in ur point of view, salted water melepaskan H2O lebih sedikit dari pada purified water karena adanya non-volatile, luas permukaan penguapan efektif akan berkurang dan akhirnya jumlah molekul yang menguap juga berkurang.
    5. kedua nya menyebabkan bahan membutuhkan waktu lebih lama supaya bahan menjadi kering.

    jadi argumennya;
    salted water melepaskan H2O lebih sedikit dari pada purified water (dalam T dan t yang sama) karena heat y tersedia di occupy air untuk melepaskan diri dari peraangkap garam atau karena adanya garam mengurangi luas permukaan penguapan efektif sehingga jumlah molekul yang menguap juga berkurang?

    atau keduanya?

  • michaeljubel says:

    M – waduh, kok gua yang jadi bingung.. bukannya kebalik ya? justru karena turunnya vapor pressure (dibanding dengan keadaan tanpa garam), maka untuk menguap dibutuhkan temperatur yang lebih tinggi.. tinggi rendahnya vapor pressure itu sebanding dengan jumlah molekul H2O yang berada di fasa uap kan..

    hehehe..

    literaturnya bisa baca buku termodinamika yang khusus kali ya.. biar bisa lebih mendalam dibanding termodinamikanya kimia dasar..

    :mrgreen:

  • M says:

    JUBEL MAKACHII..UNDERSTOOD, UNDERSTOOD :lol: .

    wahyu got a point, but since i understand now, here i extend Jubel’s answer:

    garam kan larut dalam air. agar air menguap, dia musti melepaskan diri dari garam. proses ini gak bs instan begitu aja terjadi, melainkan membutuhkan energi, alias heat. so vapour pressure nya decreased.

    betul gak bel? hehehe.
    eh ada literature nya gak y basic gini? buku kimia dasar 1 kali yah? haha..payah emang kimia gue :oops:

  • michaeljubel says:

    wahyu – hmm.. jadi sebenarnya vapor pressure yang turun itu disebabkan karena jumlah molekul H2O yang menguap memang menurun.. keberadaan non-volatile (garam) dalam larutan cenderung “menghalangi” molekul H2O untuk berpindah ke fasa uap. menguap itu berpindah dari fasa cair ke fasa gas kan.. nah perpindahan fasa itu terjadi di permukaan air-udara.. karena adanya non-volatile, luas permukaan penguapan efektif akan berkurang dan akhirnya jumlah molekul yang menguap juga berkurang. vapor pressurenya menurun deh..

  • wahyu says:

    Tapi bel, knp vapor pressure H2O nya turun kalo ada garam? Kan si garamnya mah non volatile, berarti di fasa uapnya cuma H2O doang kan? Knp bisa turun?

  • michaeljubel says:

    M
    mak jang! hahahaha.. itu namanya sifat koligatif larutan.. yang secara termodinamika berhubungan dengan entropi gitu.. bisa ditinjau melalui variabel vapor pressure atau bisa juga dengan potensial kimia kok..

    keberadaan garam pada larutan menyebabkan vapor pressure H2O menurun.. nah, secara termodinamika, cairan itu dikatakan menguap kan pada saat vapor pressurenya sama dengan tekanan ruang kan.. maka dari itu, untuk kasus garam tadi, dibutuhkan temperatur yang lebih tinggi agar vapor pressure H2O yang ada garamnya itu bisa jadi sama dengan tekanan ruang.. makanya boiling point nya naek..

    kalo penjelasan tentang potensial kimia bisa nanya2 ke anak2 kimia murni.. gua gak suka ama potensial kimia.. hahahaha..

  • M says:

    ya Allah bel..
    pas banged. tau gak gue 3 jam obrak abrik internet cari ilmu dasar banget. kali lo bisa bantu, tapi gue butuh literaturnya. pliss yak..

    gue kan lagi penelitian terasi laos nih. bedanya sama terasi indo, dia itu dalam bentuk cairan. jadi bikinnya ikan, dicampur garam dan rice bran terus didiamkan sampe berbulan2. ditambah air juga siy. jadi air yang extracted dari fish tissue campur garam, rice bran dan air yang ditambahkan, diaduk2. setelah beberapa bulan disaring, dikonsumsi.

    pas gue ngukur kadar airnya, pake metode oven biasa, dia gak kering semaleman di 105 derajat bel. pasti karena garamnya kan. nah pertanyaan gue sekarang (lagi bikin pembahasan nih); yang bikin dia lama evaporasinya itu apa? semua cuman bilang, salt increase water boiling point and decrease its freezing point. buy why???

    saat garam larut dalam air, na sama cl terionisasi trus berikatan sama molekul air. trus what happen to hydrogen bond, van der waals force? and we are talking about high salt concentration, about 5-25% in total weight (gravimetric yah).

    please please..kalo ada kasih gue link literaturnya. walau gak gratisan, kasih linknya aja, di kampus gue banyak jurnal digratisin kok.

    btw, to yuki..setahu gue, kalo di fish product nih ya, penentuan tanggal kadaluarsa itu dilakukan dengan percobaan. semua faktor yang mempengaruhi kerusakan bahan diteliti (which is tergantung bahannya apa), standarnya yah bacteri2, jamur. di lab RnD nya tuh bahan dikasih perlakuan suhu tinggi, rendah, waktu sekian lama sekian lama untuk mengetahui efek bahan terhadap perlakuan2 itu.

    nah penentuan tanggal, biasanya diberikan lebih cepat dari hasil percobaan mereka. jadi kalo misalnya hasil uji lab 3 bulan susu rusak, ditulis 2 bulan atau 1,5 bulan. ini dilakukan u keamanan. karena semua dilakukan di lab yang faktor2 lingkungannya terkontrol. kalo di dapur lo kan kali beda lagi kelembaban, suhu, etc nyah. hehe.

    jadi kalo gue mah, jangankan lewat beberapa jam gitu, lewat beberapa hari aja masuh gue embat. hehehe..

    apalagi kalo ngerti jenis2 bakteri dan jamur yang melanda makanan lo itu mati dalam kondisi apa, misalnya thermophobic ya panasin ajah, trus embat deh. haha

    tapi ini saran tidak jaminan aman. saran gue mah ikutin petunjuk dagang biar aman. eh tapi kamuh mahasiswa juga yah, bole lah langgar2 dikit daripada buang makanan. hehehe..

    eh JUBEL CEPETAN BALES REQUEST GUE..pliiissss..i owe u a million dah.. :lol:

  • michaeljubel says:

    Christin
    hah? keluar ilmunya? haha.. iya nih dah lama ngeblog tapi artikel tentang tekim cuman ada 1.. itupun artikel entropi kentut yang gak jelas.. hahaha.. kalo mau lebih banyak bisa liat majarimagazine.com hehehe.. sering nulis di situ juga kok..

    Yuki
    jadi yuk, mata pelajaran yang paling tinggi pertama apa? hehe..

    kalo masalah tanggal kadaluarsa itu emang melalui penelitian.. jadi makanan itu kadaluarsa karena emang pengawetnya udah “habis” masa kerjanya. kenapa harus ada pengawet? ya karena kalo gak pake pengawet bisa2 makanan tuh baru dikalengin baru beberapa hari udah basi.. maka dari itu gak boleh buta juga kalo ampe gak mau makan makanan berpengawet.. sama butanya kalo percaya bahwa ada makanan kaleng/minuman botol yang gak pake pengawet.. boong bgt! hehe.. kalo menurut standar safety pangan, seharusnya tanggal best before itu udah diperhitungkan faktor tenggangnya.. nah tapi masalahnya siapa yang tahu pabrik makanannya jujur ngikutin safety apa kagak.. hehe.. biar aman sih mending milih makanan yang masih jauh batas kadaluarsanya.. hehe..

    masalah tanggal 10 mei ama 11 mei subuh tuh gak ada bedanya kok.. itu cuman masalah batas “aman” doang.. kalo makanannya diproduksi di pabrik pake zona waktunya beda ama kita gimana? gak jelas kan seharusnya batesnya kapan.. malem di kita? subuh di mereka? hehehe.. kalo mo aman pilih yang belum kadaluarsa.. ato mau gambling ngetes apakah pabriknya menerapkan masa tenggang yang benar atau tidak?? hehehe.. kalo sakit perut berarti pabriknya bandel, yuk.. hehehe..

    Inda
    yup, teknik kimia emang erat banget ama banyak ilmu lainnya.. malahan, kedokteran gigi tuh salah satu bagian yang cukup “menghasilkan” berhubung material kimia untuk kedokteran itu mahal.. hehe.. btw di buku itu ada cerita apa aja? hehe.. menarik jg buat dibaca.. hehe..

    Hanna
    ya pokonya ntar kalo masak buat aku harus enak ya! itu yang paling penting! hehehe.. kalo masalah handphone di pom bensin itu karena apa ya.. apa frekuensi handphone mempengaruhi meteran pom bensin?? hahaha.. tapi kalo dari sisi tekim sih mungkin volatile matters yang ada di daerah pom bensin bisa terbakar kalau batere handphone kita korslet tiba2 saat nelpon dan ngsms.. tapi kok terlalu jauh ya justifikasinya.. hehe.. apa ya?? bingung.. ada yang tau?

  • hanna says:

    ihh, keren deh kamu. aku-yang-calon-sarjana-TK *amin* bahkan gak ngerti penerapan ilmu teknik kimia dalam hal sederhana sekalipun, misal masak memasak. kalah ama bibi-yang-bukan-sarjana-TK. hahaha. malu !

    oh ya bel, kalo gak boleh nerima telpon ato smsan di pom bensin tu karena apa ya jadinya?hehehe.

  • inda says:

    hi jubel, nice hearing from you

    wah, belajar teknik kimia ya, mungkin sudah tahu kalau kedokteran gigi juga dekat ilmunya dengan teknik dan kimia karena dokter gigi adalah konsumen material kimia yang dipakai untuk jaringan hidup :)

    wah, baca ini jadi inget salah satu buku kesukaan saya, eistein aja nggak tahu.

    @ kak yuki eh kak sherwin, itu melalui penelitian kak. pastinya produsen itu tahu umur produknya, meskipun dikemas sdemikian rupa tapi bisa ditentukan sampai kapan bisa bertahan dalam kondisi normal

    soal tanggal itu, kalo saya jadi kak sherwin, kurang dari seminggu dari tanggal exp aja saya udah nggak mau, karena kemungkinan produk udah rusak tetep ada :)

    tapi tentunya jubel punya jawaban yang lebih lengkap :)

  • yuki tobing says:

    Wah menarik juga bel. Loe mungkin gak tau, gw dulu semasa SMA penggemar Kimia juga loh, bahkan dari seluruh nilai pelajaran yang diujikan di UN dan UAS SMA gw, Kimia menempati urutan ketiga tertinggi, bahkan jauh di atas mata pelajaran seperti Bahasa Indonesia. :lol: Pernah tes minat dan bakat, eh keluarnya teknik kimia.

    Ah sudahlah, masa lalu itu.

    Pertanyaan tak terjawab yang sempat terlintas:
    - Bagaimana cara produsen sebuah makanan (meliputi makanan berbahan pengawet dan tidak berbahan pengawet seperti sayur mayur supermarket) menentukan tanggal expired produknya?

    - Lebih lanjut lagi, misal, tertulis tanggal expired susu kotak 11 Mei 2008, lantas apabila kita meminumnya pada 10 Mei malam dan 11 Mei subuh akan membuat banyak perbedaan?

    Kedengerannya bego yak pertanyaan gw, cuma sumpah hal-hal ini penting banget buat gw ketahui, demi menjaga keselamatan hidup gw sebagai anak kos. :lol:

  • christin says:

    Hihihi… Keluar juga ilmunya ya bel :roll: Bagus2. saya malah dah radarada lupa ama yang gitu2an. Abis sekarang surface chemistry terus sih. Sering2 yaaaa…

Greetings

Welcome to JUBEL and The Unessentials: a blog, portfolio, and personal website of Michael Jubel Hutagalung.

Who am I?

I am a web designer from Bandung, Indonesia. Addicted to CSS, XHTML, PHP, and Wordpress. I'm currently available for freelance projects. Just give me a buzz and tell me what you need.