Arthemia Premium

Get the pro version of Arthemia: The Arthemia Premium. Read the side-by-side comparison here.

The Platformate Theme

Platformate: Your blog's total makeover. Available for sale now!

Side Notes

This entry was posted on 9 May 2008 at 23:45 and filed under Chemical Engineering section.

You can add your comments or trackback from your own site. To keep you updated to the latest discussion, you can subscribe comments via RSS.

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally recognized avatar, please register at Gravatar.com.

Home » Blog » Chemical Engineering

Mengapa Begini, Mengapa Begitu? Ala Teknik Kimia.

Artikel ini diawali dengan perasaan “bersalah” saya terhadap ilmu yang saya tekuni. Setelah berbulan-bulan nge-blog, tidak ada satupun artikel yang berkenaan dengan ilmu Teknik Kimia secara eksplisit. Hahahaha.. Untuk itu, saya akan mencoba untuk menyadarkan Anda semua mengenai berbagai hal sederhana yang terjadi di sekitar kita, yang pada dasarnya sangatlah erat dengan ilmu Teknik Kimia. Percaya deh, artikel yang ini tidak “berat” sama sekali. Lagipula saya akan sangat berusaha untuk meminimalisasi penggunaan kata yang terlalu “lokal”. Hehehe..

1. Mengapa kita tidak boleh membuka presto saat baru selesai digunakan?
Jadi begini.. air yang berada dalam presto, entah dari materi dalam makanan atau memang dari air yang ditambahkan, akan berubah bentuk menjadi uap karena dipanaskan. Nah, karena presto ialah sebuah bejana yang benar-benar tertutup, tidak ada uap air yang dapat terbebas keluar dari presto tersebut. Hal itu menyebabkan tekanan presto dapat terus meningkat seiring dengan kenaikan suhu yang disebabkan oleh pemanasan kompor. Itulah mengapa presto dapat memasak segalanya dengan lebih cepat dan menghasilkan masakan yang lebih lunak; itu karena tekanan tinggi dan temperatur tinggi. Nah, apa yang akan terjadi apabila Anda membuka presto saat baru saja selesai digunakan? Sederhana saja, paling-paling tutup presto akan meloncat ke atas Anda lalu disertai dengan sedikit bunyi ledakan dan semburan uap air panas. Hehehe.. maka dari itu, tunggulah agar presto dingin.. Itu akan menyebabkan tekanan dalam presto menurun dan segalanya akan menjadi aman bagi Anda.

2. Mengapa gula lebih cepat melarut pada air panas?
Jadi, pada dasarnya hal itu disebabkan oleh sifat kelarutan padatan dalam cairan yang akan meningkat seiring dengan peningkatan suhu; dan itu berlaku sebaliknya. Padatan akan semakin mudah larut dalam pelarut yang memiliki temperatur yang lebih tinggi. Selain karena efek kelarutan, temperatur yang tinggi berfungsi sebagai pemasok energi pelarutan yang digunakan agar padatan larut dalam air. Sumber energi lain yang biasa Anda gunakan sehari-hari tentunya ialah energi dari tangan Anda. Anda tinggal pilih, Anda dapat mengocok-ngocok minuman Anda hingga tangan Anda pegal ato mengambil jalan pintas dengan menggunakan air panas. Hehehe..

3. Kenapa minuman soda lebih nikmat saat dingin?
Ini lagi-lagi berhubungan dengan kelarutan namun kali ini berhubungan dengan kelarutan gas dalam cairan. Rasa nikmat pada minuman soda disebabkan karena tingginya kandungan karbondioksida dalam minuman Anda. Anda ingat kan mengapa soda disebut minuman berkarbonasi; itu karena memang di dalamnya dilarutkan karbondioksida. Nah.. pada suhu tinggi, karbondioksida akan terbebas dari cairan sedangkan pada suhu rendah karbondioksida akan terlarut. Maka dari itu, masukkanlah minuman soda Anda ke dalam lemari pendingin agar semakin banyak karbondioksida yang terlarut dalam minuman soda Anda dan pasti minuman itu akan terasa lebih nikmat. Uhh yeahh.. Hehehe..

4. Mengapa deodoran berbentuk cairan dalam kemasan namun berubah jadi spray saat digunakan?
Saya yakin Anda semua menyadari ini tapi Anda tidak mau tahu dan tidak peduli tentang penjelasan ilmiah fenomena tersebut. Hahaha.. Jadi gini.. pada dasarnya materi kan bisa berbentuk padat, cair, dan gas, bukan? Nah, kapan materi berbentuk ini atau itu sangatlah dipengaruhi oleh tekanan dan temperatur. Kemasan deodoran ialah sebuah bejana yang memiliki tekanan yang cukup tinggi untuk membuat materi di dalam kemasan tersebut berada dalam bentuk cairan. Saat kita menggunakan deodoran tersebut, cairan akan keluar dan “bertemu” dengan udara luar yang memiliki tekanan lebih rendah; cukup rendah untuk membuat cairan itu berubah wujud menjadi gas. Cukup sederhana bukan penjelasannya? Hehehe.. Penjelasan ini juga berlaku untuk tabung LPG di rumah kita. Penjelasan mengenai apakah seluruh materi di dalam kemasan/tangki itu berwujud cair atau tidak hanya akan dijelaskan bila saya sempat dan bila Anda tertarik. Anda tertarik dengan keseimbangan uap-cair? Hehehe..

5. Mengapa deodoran spray tidak boleh diletakkan di tempat panas?
Sebenarnya, deodoran spray Anda tidaklah sepenuhnya terdiri dari senyawa kimia yang berfungsi sebagai pengharum dan anti-pespirant. Di dalam kemasan tersebut terdapat gas pendorong yang berfungsi mendorong senyawa-senyawa lain keluar dari kemasan. Zat pendorong yang umumnya digunakan ialah CFC dan butana. Penggunaan CFC sudah dihentikan dan umumnya deodorant spray sudah menggunakan butana. Tidak perlu saya jelaskan bukan mengapa penggunaan CFC dihentikan. Dan ingat, itu bukan karena ancaman hujan asam atau global warming. Memang sih CFC dapat berkontribusi memperparah global warming tapi bukan itu isu utamanya. Apakah Anda ingat isu yang satunya lagi?? (*Ya Anda benar, isu penipisan lapisan ozon.. Hehe..) Nah, kembali ke gas pendorong.. Apabila Anda meletakkan kemasan deodoran di tempat panas, suhu gas pendorong di dalam kemasan akan meningkat dan tentunya tekanan gas tersebut akan meningkat. Selain peningkatan tekanan, butana pada dasarnya ialah gas yang mudah terbakar. Jadi coba Anda bayangkan apabila tekanan terus meningkat, lalu butana bocor dan bertemu dengan udara yang mengandung oksigen serta didukung dengan suhu sekitar yang panas. Yaahh.. kira-kira ada ledakan api dikit lah ya.. Hehehe..

Demikianlah beberapa mengapa-begini-mengapa-begitu ala teknik kimia yang dapat saya bagikan. Dan Anda harus maklumi bahwa walaupun saya sudah semester 8 namun saya hanyalah mahasiswa biasa yang tidak luput dari kesalahan. Hahaha.. Semoga paparan di atas dapat meningkatkan pemahaman Anda tentang fenomena alamiah di sekitar kita.

Salam.

37 Comments

  1. tongku raja adil siregar said:

    bagaimana proses yang terjadi di dalam microwave oven ditinjau dari segi fisika :shock:

  2. eva said:

    salm knl :oops:

  3. michaeljubel (author) said:

    Leonardo Situmorang - hahaha.. iya berhubung ada pertanyaan2 menarik dari beberapa pihak jadinya ujung2nya ngebahas detail teorinya deh. hehe.. salam kenal juga..

    Ratih Wulandari - jadi lu mengedepankan NIAT dan kebanggaan lu ya tih? gua juga lumayan bangga dengan paper gua.. apalagi dengan layout yang mirip dengan jurnal-jurnal internasional.. uhhhh.. hahaha..

    inda - iya material dalam kedokteran gigi emang banyak lho.. polimer dll.. iya yang dibahas itu tentang kekuatan fisiknya.. ya parameternya ada resilience, tensile strength, titik mulur, titik patah, fracture, dan sebagainyaa.. hehe..

    iya itu emang buku populer kok.. dah pernah baca juga di gramedia. btw agak tertarik dengan gaya sentrifugal pada botol saos.. jadi kita muternya dengan titik sumbu pantat botol ya? itu untuk membuat saos terkumpul di mulut botol kan? mungkin lebih cocok dibandingkannya dengan efektivitas kalo botol saosnya dibalikin jadi vertikal kali ya.. hehe.. soalnya kan gak mungkin juga kita numpahin saos sambil memutar botol sehingga timbul gaya sentrifugal. kayanya dijamin saosnya muncrat di sekeliling kita tuh. hehe..

    iya, semoga bisa bikin artikel gini lagi.. dan saya emang agak geli aja soal global warming dan ozon itu. jadi saya nulisnya ya agak sinis kaya gitu. hehehe.. semoga dapat menjadi informasi yang berguna. hehe..

  4. inda said:

    wah iya nih material KG tu bikin saya terusterusan ngrepotin orang tua, ya enggak tahu juga nantinya seberapa hasilnya tapi yang jelas sekarang ini banyakan nomboknya hahaha :)

    habisnya biarpun banyak bahan yang tersedia di alam kita, tetep aja manufakturnya harus ke luar negeri, jadilah baliknya ke kita dengan kemasan berbahasa asing dan harga impor :( contohnya aja dokter gigi pake bahan alginat. bahan ini berbentuk bubuk garam alginat yang digunakan buat mencetak gigi (yang pakai: pasien kawat gigi, gigi palsu, dan beberapa jenis tambalan). kalau bubuk ini dicampur air, lama-lama jadi seperti agar-agar. perubahan bentuk ini yang dimanfaatkan untuk membuat replika bentuk gigi, susunannya, dan jaringan di sekitarnya. memang alginat ini berasal dari asam alginat pada ganggang (yaah kayak rumput laut gitu deh) yang banyak terdapat di negara kita. sayangnya kita blom bisa mengolahnya jadi produk yang siap dikonsumsi di kedokteran gigi

    tertantang untuk berkarir di bidang itu? :) mungkin nanti jubel bisa mendalami spesifikasi untuk material kedokteran dan kedokteran gigi, kalo ngga salah ilmunya namanya biomedical engineering ya

    kalo saya sih seringnya dibikin *n*g sama mata kuliah biomaterial. pusing mikirin resilience, polimerisasi, dan konco2nya. mending kalo cuma “produk x mengandung zat aktif Y dengan aksi Z”. untung ngga pernah dibahas sampe struktur kimianya, bedanya yang cis sama trans apa, hehehe. kimia dasar … haha mentang2 dapet b jadi autodelete, ga inget dulu blajar apaan di situ, hehehe.

    oya mengenai buku ‘einstein aja nggak tahu’, itu buku pengetahuan populer. isinya tentang fenomena fisika-kimia dalam kehidupan sehari hari, misalnya aja gimana cara yang elegan buat ngeluarin isi botol saus tomat. ternyata adalah dengan memutar botol itu dengan miring (kalo perlu horizontal :p) dengan mulut botol ada di luar. cara ini menimbulkan gaya sentrifugal yang mendorong isi botol ke arah mulut botol, jadi kita nggak perlu menghentakkan botol yang beresiko bikin isinya muncrat ke mana2

    bisa aja coba cari di situs bukukita atau di google book search dengan keyword “what einstein didn’t know”–ini judul aslinya, atau “what einstein told his barber” ini sekuelnya yang diterjemahin jadi “kalo einstein lagi cukuran, ngomongin apa aja ya”. asik kok bacanya biarpun saya jadi ngantuk, hehehe maklum saya kan orangnya malesan. trus yang nulis guru besar emeritus ilmu kimia juga, tapi lumayan lah dia nge-joke dikit agak-agak jayus gitu :p

    jubel, good luck untuk artikel seperti ini yang berikutnya ya. lucu banget sih yang itu … bukan karena pemanasan global tapi karena lubang ozon :D

  5. Ratih Wulandari said:

    ih bel, kalo artikel itu kan karna gw lg membanggakan diri sendiri karna berhasil produktif di hari yang tidak produktif. Hahahhahaha bukan bermaksud mengedepankan artikelnya.. hiahahahhaahhahahahahhaha

  6. Leonardo Situmorang said:

    Tulisan utamanya keren bang, tapi semakin ke bawah (komentar), semakin teknis, dan semakin pusing. Hahahhaha

    Mantab.

    Salam kenal bang.

  7. michaeljubel (author) said:

    chriz, makasih buat penjelasan listrik statik nya.. gak kepikiran ampe sono lhoo.. hehehe.. more articles about this? wew.. tunggu aja ya.. hehe..

    Ade, wah.. gak ampe bikin buku sendiri kali ya.. hehe.. jadi penulisnya cukup penulis blog aja.. hahaha..

    antown, yup.. same here.. puyeng juga.. hehe..

    yonna, tunggu wejangan teknik kimia selanjutnya..

    ratih, elu menghindari artikel dgn tema seperti ini di blog elu? perasaan gua pernah baca tentang integrated coal gasification combined cycle deh di blog elu.. itu kurang ya unsur ke-teknik kimia-an nya?? hahaha.. dan soal vapor pressure, itu emang udah pasti.. tp yang lagi dipermasalahkan itu vapor pressure turunnya karena apa.. ‘terbagi’ nya itu mekanisme nya gimana.. hehe.. ‘terbagi’nya dalam bentuk melepaskan energi ikatan? atau apa? hehe..

    Andika, bagus deh.. jangan bosen ama science ya.. hehehe.. btw keren juga lu ampe baca teori max planck dan hawking.. tapi itu lebih ke arah fisika kuantum kali ya.. hehe.. oke, artikel selanjutnya menyusul. hehe..

    M, oke dah.. gak dijawab ya.. (lagian emang bingung juga). hahah.. gua lebih ngerti kecepatan air keluar dari materi basah dan airnya pindah ke udara.. harusnya sih konsepnya sama aja.. hehe.. humidifikasi versus de-humidifikasi kali ya..

  8. M said:

    @andika, ya ampun lo hebat banget. anak HI bacaannya gituan. gue malah anak natural science bacaannya sosial mulu..hehe.

    jubel, kemana kamuh? bikin edisi kedua tuh kata andika.
    btw pertanyaannya gak jadi bel, bukannya gue udah ngerti. cuman gue ntar ngeles ajalah kalo ditanya. too much time just to understand about water. it’s not even nutrition. lol.

    semoga gak ditanya pas ujian :neutral:

  9. Andika said:

    Waws!! seru, bel! bikin edisi kedua dong!! lumayan nih bwat pengetahuan umum!! Dulu gw sempet suka banget sama percobaan2 kimia jaman SMP! Sekarang di HI boro2 dapet yg gituan!! tapi gw masih suka banget baca literatur2 science! mulei dari quantum theory nya max planck ampe Hawking..and btw, Oppenheimer kemaren2 ini baru meninggal y?

    Sok ah, ditunggu tulisan berikutnya!! :mrgreen:

  10. M said:

    jubel, need ur help.
    berapa kecepatan bahan kering menyerap air saat dia berada dalam toples plastik di kulkas?

  11. Ratih Wulandari said:

    oi bel, hahahhha.. artikel lucu yang gw hindari di blog gw.. hahahahahhaha..

    mw nambahin soal yang larutan garam itu, bukannya kalo ada zat tertentu yang terlarut dalam air vapor pressurenya si air emang pasti turun kan? karena ada yang “terbagi” ke zat terlarutnya itu.. gw lupa sih alasan aslinya apa, tapi perasaan ada di buku kimia dasar gt.. hahahahhahaha

  12. yonna said:

    @Andre
    bukunya yang berupa Einstein aja gak tau itu gak sih?! Pernah beli buku itu tapi buat keponakan :smile:

    ya ntar cari yang versi Kimianya deh haha. thanks

    @Michael
    Oke deh, never too late to learn, at least i realize my mistake eventhough it is tooooo late :lol:

    ditunggu lagi wejangan ilmu kimia/teknik kimianya, daku kan senang hati menyimaknya :wink:

  13. antown said:

    wau, teknik kimia. bikin puyeng kepala saya

  14. Ade said:

    Hmm….. serasa baca buku “Einstein Aja Gak Tau”.. :mrgreen:
    Mungkin berniat bikin buku sendiri? HUhehehe…

  15. chriz said:

    Woow… Ngebahasnya seru amat. Hihihi. MO ikutan jawab yang soal henpon di pom bensin itu donk. Kalo gak salah itu berhubungan ama yang namanya static electricity. kayak itu lho,kalo kita gosok2in penggaris atau sampul mika ke kepala, rambut kita bakal berdiri. Nah hal yang sama terjadi di pom bensin. ketika kita menelepon, ada listrik statis yang dilepas ke udara. dan seprti yang jubel bilang, pom bensin itu gudangnya material volatil dan mudah terbakar jadi kalo ada percikan listrik statis itu bisa membakar si material volatil itu. sedikit percikan aja bisa menimbulkan bahaya yang hebat.

    tapi kenapa masih banyak yang gak peduli ya? mungkin karena blom ada yang benran kejadian. (amit-amit jangaannnnn)

    bel, terusin bikin artikel kaya ginian yaaa…. *rindu tekkim*

  16. michaeljubel (author) said:

    M, okay then! semoga bisa membantu.. hehe.. maap tidak bisa membantu lebih.. hehe..

    yonna, hehe.. jangan menyesal.. masih ada waktu buat belajar lho.. manusia kan tidak pernah habis waktu untuk belajar.. lagipula kimia dasar itu gampang kok.. kimia dasar lho ya. hahahaha..

    andre, thanks for the info. lu gak suka potensial kimia juga? hahahaha.. emang tuh.. gak jelas bgt! hahaha..

  17. andre said:

    oh iya, buat yonna
    ada kok buku chemistry for dummies
    bentuknya kayak buku komik gitu

    cari aja di gramedia

  18. andre said:

    Mau nambahin jawaban untuk pertanyaannya yuki tobing soal tanggal kadaluarsa susu.
    Susu dapat langsung dilihat apakah sudah rusak atau tidak langsung dari bau dan rasanya.
    Kalau rasanya sudah asam dan bau, pasti sudah rusak, walaupun tanggal kadaluarsanya belum habis. Kalau rasanya masih enak walaupun sudah lewat masa kadaluarsa, berarti susunya masih bagus. Tanggal kadaluarsa hanyalah estimasi dari produsen susu, yang dilihat berdasarkan data penelitian di lab. Hasil realnya tentunya akan sedkit berbeda, tergantung cara penyimpanan susu itu sendiri.

    Sekedar info, saya pernah PKL di PT. Indomilk. Kalau ada pertanyaan seputar susu, mudah2an saya bisa membantu

  19. andre said:

    halo
    saya anak kimia murni
    maaf tidak bisa memberikan penjelasan tentang potensial kimia
    soalnya saya juga nggak suka
    hehehe

    bel, boleh nanya soal microwave?
    benda2 apa saja yg tidak boleh diletakkan di dalam microwave?
    yg jelas aluminium foil gak bisa, soalnya gue pernah nyoba dan terbakar. Itu kenapa ya?
    Mohon penjelasan.

  20. yonna said:

    waw pencerahan buat orang awam (kimia) kaya saya neh :mrgreen:

    kimia bukan mata pelajaran favorit jaman sekolah dulu, denger anoda katoda, asam basa, rumus udah bikin lemes hahaha

    setelah sekian lama, saya nyesel kenapa gak mau rajin belajar kimia karena ternyata di kehidupan sehari-hari kita akan ketemu hal-hal yang memerlukan pengetahuan kimia. yaahhh…moga-moga ada buku Chemistry For Dummies deh :razz:

  21. M said:

    gak papa bel dah. gue dah ngerti dikit2 tadinya blank banged. gara2 kata kunci lo tuh jadi browse ke tempat yang lebih mencerahkan. hehehe

    makasih banget yah. lo gue calonkan jadi ketua blogger science club..wuekekeke..tau ada yang matematik gak? mau tanya2 lagi nih. kicau dah ilmu gue interdicipliner jadi kemana2..

    HEEELLLPPPP!!! :idea:

  22. michaeljubel (author) said:

    hmm.. waduh, ilmu gua cuman sebatas vapor pressure soalnya.. cuman sebatas tinjauan termodinamika dan tinjauan molekular tapi secara makroskopik.. kalo ampe ada ikatan kimia dan interaksi berarti udah tinjauan mikroskopik.. mungkin itu ujung-ujungnya jadi berhubungan dengan potensial kimia.. nah, karena udah nyampe potensial kimia, gua angkat tangan.. hahaha.. saking ribetnya, di teknik kimia, konsep potensial kimia ampe diganti lho ama konsep fugasitas dan konsep vapor pressure.. hehehe.. jadi kalo ampe sono gua ndak tau.. hehe..

    :mrgreen:

    kalo konsep vapor pressure yang berhubungan ama boiling point, gua relatif lebih yakin.. tapi kalo penurunan vapor pressure itu disebabkan karena pengurangan luas penguapan efektif atau karena ada energi yang digunakan untuk pemutusan ikatan, gua gak yakin mana yang bener.. ada kemungkinan bahwa dua-duanya bener dan saling berhubungan.. walaupun gua masih agak bingung kenapa ikatan bisa berpengaruh karena konstanta Kb, yang digunakan untuk perhitungan delta Tb, itu spesifik terhadap solvent dan bukan terhadap solutnya..

  23. M said:

    Aduh guru, jangan bingung. kalo guru bingung, siapa yang ngajarin gue ..coba tolong di cek deh bacaan gue:

    “When table salt is added to water, the partial charges on the water molecule are attracted to the Na+ and Cl- ions. The water molecules work their way into the crystal structure and between the individual ions, surrounding them and slowly dissolving the salt. The water molecules will actually line up differently depending on which ions are being pulled into solution. The negative oxygen ends of water molecules will surround the positive sodium ions; the positive hydrogen ends will surround the negative chlorine ions.”, ini dapetnya dari sini: http://www.visionlearning.com/library/module_viewer.php?mid=57

    terus ini gue dapet dari sini:

    “as when you add salt in water then salt molecules form a bond with water molecules. So the movement of molecules decreases and as we know when molecules move fast then water evaporates quickly. Because of the bond between water and salt molecules, It takes extra energy to break this bond and that’s slows down the evaporation.

    Another reason is that as every one knows water starts to evaporate at high temperature. At 100 degree centigrade water starts boiling and it also starts evaporating. But the cause for boiling of water is the speed of molecule. When heat is provided to water then molecules of water starts moving with great speed and soon their speed come to that point where that is considered enough for water to boil and evaporate.

    When we add salt then salt then water becomes heavier and water’s molecules make bond with salt’s molecules and as a result it affects on thee speed of molecules. So even if we provide heat to water then molecules start moving very slowly and they take more time to evaporate than water without salt.”
    ini dari sini: http://www.blurtit.com/q822352.html

    but then again, these aren’t so reliable. please check for me bel..
    thank u thank u

  24. michaeljubel (author) said:

    M - gua bingung kenapa bisa ada ikatan kimia antara air dan garam.. kenaikan temperatur itu gak dipengaruhi oleh jenis garam dan hanya dipengaruhi oleh konsentrasi dan jumlah ionnya bukan? nah kalo itu bukankah itu sepenuhnya faktor fisik?

    hmm agak bingung kalo ada konsep pemakaian kalor untuk pelepasan ikatan.. kan secara termodinamika, boiling point (T saturated) itu dipengaruhi vapor pressure kan.. nah kalo berdasarkan argumen M, besar/kecil vapor pressure itu dipengaruhi oleh pasokan kalor. bukankah itu jadi bertolak belakang? jadi timbal-balik gak konsisten gt.. hehe.. aduh, bingung! hahaha…

  25. wahyu said:

    to: M
    eh, sebenernya gw agak2 bingung, emang kalo dalam suatu larutan tuh solute ama solvent nya berikatan ya? hehehe…maap kalo pertanyaan agak bodoh, dari dulu gw ga ngerti ama yg namanya kimia… :???:

Leave your comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled website. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.com.

Greetings

Welcome to JUBEL and The Unessentials: a blog, portfolio, and personal website of Michael Jubel Hutagalung.

Who am I?

I am a web designer from Bandung, Indonesia. Addicted to CSS, XHTML, AJAX, and Wordpress. I'm currently available for freelance projects. Just give me a buzz and tell me what you need.

Buzz Me!