<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Are you celebrating the day?</title>
	<atom:link href="http://michaelhutagalung.com/2008/05/are-you-celebrating-the-day/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://michaelhutagalung.com/2008/05/are-you-celebrating-the-day/</link>
	<description>Web Design, Wordpress Theme Design, Bandung, Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 01 Feb 2010 03:13:16 +0700</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: jaka</title>
		<link>http://michaelhutagalung.com/2008/05/are-you-celebrating-the-day/comment-page-2/#comment-1710</link>
		<dc:creator>jaka</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Jun 2008 10:24:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://michaelhutagalung.com/?p=211#comment-1710</guid>
		<description>gw ngerayainnya 20th lagi, pas sumpah pemuda 100th. itulah indonesia from the start. sebelumnya baru: ckekeekekek ... (kyak nyalain mesin itu, baru ignition, belum nyala mesinnya).</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>gw ngerayainnya 20th lagi, pas sumpah pemuda 100th. itulah indonesia from the start. sebelumnya baru: ckekeekekek &#8230; (kyak nyalain mesin itu, baru ignition, belum nyala mesinnya).</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: imambenjol</title>
		<link>http://michaelhutagalung.com/2008/05/are-you-celebrating-the-day/comment-page-2/#comment-1529</link>
		<dc:creator>imambenjol</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 May 2008 06:21:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://michaelhutagalung.com/?p=211#comment-1529</guid>
		<description>numpang mampir bel. gile komennya lbh panjang dari postingannya. bentar lagi lu jadi celeb blog model priyadi, enda, dkk neh hahaha. btw nice post.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>numpang mampir bel. gile komennya lbh panjang dari postingannya. bentar lagi lu jadi celeb blog model priyadi, enda, dkk neh hahaha. btw nice post.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: guebukanmonyet</title>
		<link>http://michaelhutagalung.com/2008/05/are-you-celebrating-the-day/comment-page-2/#comment-1501</link>
		<dc:creator>guebukanmonyet</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 17:55:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://michaelhutagalung.com/?p=211#comment-1501</guid>
		<description>Halo semua, 

A good posting from Michael. Kadang emang bingung juga mau ngerayain seperti apa, makna kebangkitan nasional tampaknya udah gak dirasain lagi ama generasi muda termasuk mungkin saya sendiri. 

Tapi setuju dengan pendapat Michael bahwa yang penting kita punya semangat. Saya pribadi sangat yakin kita punya harapan. 

Btw, menanggapi perdebatan antara Marisa dan M: Saya yakin keduanya punya maksud dan tujuan yang sama-sama baik... 

Sukses.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo semua, </p>
<p>A good posting from Michael. Kadang emang bingung juga mau ngerayain seperti apa, makna kebangkitan nasional tampaknya udah gak dirasain lagi ama generasi muda termasuk mungkin saya sendiri. </p>
<p>Tapi setuju dengan pendapat Michael bahwa yang penting kita punya semangat. Saya pribadi sangat yakin kita punya harapan. </p>
<p>Btw, menanggapi perdebatan antara Marisa dan M: Saya yakin keduanya punya maksud dan tujuan yang sama-sama baik&#8230; </p>
<p>Sukses.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: michaeljubel</title>
		<link>http://michaelhutagalung.com/2008/05/are-you-celebrating-the-day/comment-page-2/#comment-1498</link>
		<dc:creator>michaeljubel</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 09:37:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://michaelhutagalung.com/?p=211#comment-1498</guid>
		<description>huahahahahahahahaha.. well, sebuah kehormatan bagi gua apabila postingan gua yang cuman sebatas pemikiran selewat ini bisa menimbulkan diskusi seheboh ini. hahaha.. gua gak merasa blog gua diacak-acak atau dikomentari dengan hal-hal yang OOT kok.. toh semua komen di atas memang hal-hal crucial yang ujung2nya beririsan dengan judul postingan ini.. so, no problemo lah..

btw, thx bgt kawan-kawan atas komennya. banyak fakta, opini, dan ilmu baru yang bisa gua serap. hehehe.. jadi kebalik kayanya.. ini kok malah gua yang menyerap ilmu dari para komentator ya? hehehe.. gpp deh.. komentatornya hebat-hebat soalnya. hehe..

 :mrgreen:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>huahahahahahahahaha.. well, sebuah kehormatan bagi gua apabila postingan gua yang cuman sebatas pemikiran selewat ini bisa menimbulkan diskusi seheboh ini. hahaha.. gua gak merasa blog gua diacak-acak atau dikomentari dengan hal-hal yang OOT kok.. toh semua komen di atas memang hal-hal crucial yang ujung2nya beririsan dengan judul postingan ini.. so, no problemo lah..</p>
<p>btw, thx bgt kawan-kawan atas komennya. banyak fakta, opini, dan ilmu baru yang bisa gua serap. hehehe.. jadi kebalik kayanya.. ini kok malah gua yang menyerap ilmu dari para komentator ya? hehehe.. gpp deh.. komentatornya hebat-hebat soalnya. hehe..</p>
<p> <img src='http://michaelhutagalung.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yonna</title>
		<link>http://michaelhutagalung.com/2008/05/are-you-celebrating-the-day/comment-page-2/#comment-1497</link>
		<dc:creator>yonna</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 09:22:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://michaelhutagalung.com/?p=211#comment-1497</guid>
		<description>ya amplop saking tegangnya ampe salah tulis, ralat ya

@Marisa
iya eh iya, emang pertemanan blogging gini belong to a group of society, gak jauh beda sama sistem pertemanan dunia nyata :) 

ya saya juga setuju, daripada jadi hipokrit mending terus terang mengungkapkan keberatan, pendapat, dll. be true to yourself :)

well, buat M dan Marisa, ini sepenuhnya urusan kalian berdua, gue cuma ingin memastikan kalo antara M dengan saya dan Marisa dengan saya gak ada masalah pribadi apa-apa. OK?! 

*beda pendapat adalah rahmat namun beda pendapatan barulah musibah, peace buat Michael yang udah diacak-acak blognya ma gue :mrgreen:</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ya amplop saking tegangnya ampe salah tulis, ralat ya</p>
<p>@Marisa<br />
iya eh iya, emang pertemanan blogging gini belong to a group of society, gak jauh beda sama sistem pertemanan dunia nyata <img src='http://michaelhutagalung.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  </p>
<p>ya saya juga setuju, daripada jadi hipokrit mending terus terang mengungkapkan keberatan, pendapat, dll. be true to yourself <img src='http://michaelhutagalung.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>well, buat M dan Marisa, ini sepenuhnya urusan kalian berdua, gue cuma ingin memastikan kalo antara M dengan saya dan Marisa dengan saya gak ada masalah pribadi apa-apa. OK?! </p>
<p>*beda pendapat adalah rahmat namun beda pendapatan barulah musibah, peace buat Michael yang udah diacak-acak blognya ma gue <img src='http://michaelhutagalung.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yonna</title>
		<link>http://michaelhutagalung.com/2008/05/are-you-celebrating-the-day/comment-page-2/#comment-1496</link>
		<dc:creator>yonna</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 09:02:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://michaelhutagalung.com/?p=211#comment-1496</guid>
		<description>@Marisa
iya eh iya, emang pertemanan blogging gini belong to a group of society, gak jauh beda sistem pertemanan dunia nyata :)

ya saya juga setuju, daripada jadi hipokrit mending terus terang mengungkapkan keberatan, pendapat, dll. be true to yourself :)

peace :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@Marisa<br />
iya eh iya, emang pertemanan blogging gini belong to a group of society, gak jauh beda sistem pertemanan dunia nyata <img src='http://michaelhutagalung.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>ya saya juga setuju, daripada jadi hipokrit mending terus terang mengungkapkan keberatan, pendapat, dll. be true to yourself <img src='http://michaelhutagalung.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>peace <img src='http://michaelhutagalung.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: M</title>
		<link>http://michaelhutagalung.com/2008/05/are-you-celebrating-the-day/comment-page-2/#comment-1495</link>
		<dc:creator>M</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 07:51:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://michaelhutagalung.com/?p=211#comment-1495</guid>
		<description>Marisa, now i am not sure if you have read komennya yuki dan Jubel diatas. Let me copy paste here. My comment was referring theirs. If it was someone else from different area, i&#039;d refer to their area., just as an example 

A comment from Yuki:
&lt;blockquote&gt;This story below might be out of topic, but it tells us about people who have confidence in the future. One day in Tokyo year ago, we, some Batakneses, had lunch after church in our favorite retaurant. One of them talked to me in low-deep voice:

&lt;strong&gt;Dia: &lt;/strong&gt;Win, lo tau gak gimana caranya jadi walikota atau bahkan gubernur? Paling gampang dari Depdagri yah?
&lt;strong&gt;Gw: &lt;/strong&gt;Kayaknya, entahlah, dari partai juga bisa. Siapa yang mau jadi gubernur?
&lt;strong&gt;Dia: &lt;/strong&gt;Gw
&lt;strong&gt;Gw: &lt;/strong&gt;:lol:
&lt;strong&gt;Dia: &lt;/strong&gt;Serius gw Win, gak usah gubernur atau walikota pun gakpapalah, yang penting jadi seseorang berposisi di sana. Gw udah jauh-jauh daept beasiswa belajar ke sini dari Balige, gw gak kuat lagi ngeliat pemerintah pusat nyolong semuanya dari kita, gw sedih ngeliat banyak dari kita masih miskin. Gw percaya gw suatu saat bisa memajukan hidup mereka semua. Dan jelas lo nanti harus bantu gw, udah jarang orang Batak yang masih mikir tempat asalnya.
&lt;strong&gt;Gw: &lt;/strong&gt;(..infinite silent..)&lt;/blockquote&gt;

The reply from Jubel:
&lt;blockquote&gt;&lt;strong&gt;Yuki: &lt;/strong&gt;“udah jarang orang Batak yang masih mikir tempat asalnya.”

&lt;strong&gt;Jubel:&lt;/strong&gt; (infinite silent)

bener yuk.. gua baru sadar betapa kampungnya tanah Batak kita. gua baru sadar gua kaya gini karena gua dah lahir di Bandung.. sangat berbeda dengan mereka yang baru datang ke Bandung saat SMU atau kuliah.. good point. gua gak pernah kepikir sama sekali.

waduh.&lt;/blockquote&gt;

my comment was meant to support orang2 kaya temennya yuki yang mau pulang ke daerahnya dan membangun daerah mereka. kebetulan temennya yuki Batak, jadi gue take example. I think Jubel understand what i meant. that&#039;s why he wasn&#039;t even angry in the first place. kalo gak baca komennya yuki dan jubel sebelumnya sih emang aneh jadinya. then i understand why you behaving like this. coz i have no bad intention whatsoever. 

soal pendapat gue ttg definisi jakarta dan penduduk jakarta, refer to pendapat gue nomer 1. yes, you are orang jakarta. soal aji mumpung liberal minded, no comment ajah. and when did i say blogger menyatakan hal2 buruk tentang pemerintah? you must have quote wrongly. soal s2, i kinda know u&#039;d mention it when i said to jubel not to mention it  :wink: . 

But with all due respect this is OOT, and i don&#039;t feel like responding more. sulit memperdebatkan content opini ketika prejudice sudah terlibat. karena pada dasarnya gue gak ada yang kontra sama sekali sama pendapat lo. jadi kayaknya gue sibuk membuat lo melihat niat baik gue. and i dont have energy for that now. 

i blog for nothing, it&#039;s just a habit. and i have blogged for 4 years now. only the last one year gue merasa blogger jadi pada nge grup yang obvious banget. sebelumnya blongging gak gini kok. anyway, i just give up on you and you may take me guilty as charge. you may also mock me as you like. i dont worry as you still have hati nurani. although you don&#039;t think so about me.

good bye Marisa.

ps: Jubel, maaf banget yah jadi panjang lebar gini OOT nya di blog elo. insyaAllah it won&#039;t happen again  :smile: .</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Marisa, now i am not sure if you have read komennya yuki dan Jubel diatas. Let me copy paste here. My comment was referring theirs. If it was someone else from different area, i&#8217;d refer to their area., just as an example </p>
<p>A comment from Yuki:</p>
<blockquote><p>This story below might be out of topic, but it tells us about people who have confidence in the future. One day in Tokyo year ago, we, some Batakneses, had lunch after church in our favorite retaurant. One of them talked to me in low-deep voice:</p>
<p><strong>Dia: </strong>Win, lo tau gak gimana caranya jadi walikota atau bahkan gubernur? Paling gampang dari Depdagri yah?<br />
<strong>Gw: </strong>Kayaknya, entahlah, dari partai juga bisa. Siapa yang mau jadi gubernur?<br />
<strong>Dia: </strong>Gw<br />
<strong>Gw: </strong> <img src='http://michaelhutagalung.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /><br />
<strong>Dia: </strong>Serius gw Win, gak usah gubernur atau walikota pun gakpapalah, yang penting jadi seseorang berposisi di sana. Gw udah jauh-jauh daept beasiswa belajar ke sini dari Balige, gw gak kuat lagi ngeliat pemerintah pusat nyolong semuanya dari kita, gw sedih ngeliat banyak dari kita masih miskin. Gw percaya gw suatu saat bisa memajukan hidup mereka semua. Dan jelas lo nanti harus bantu gw, udah jarang orang Batak yang masih mikir tempat asalnya.<br />
<strong>Gw: </strong>(..infinite silent..)</p></blockquote>
<p>The reply from Jubel:</p>
<blockquote><p><strong>Yuki: </strong>“udah jarang orang Batak yang masih mikir tempat asalnya.”</p>
<p><strong>Jubel:</strong> (infinite silent)</p>
<p>bener yuk.. gua baru sadar betapa kampungnya tanah Batak kita. gua baru sadar gua kaya gini karena gua dah lahir di Bandung.. sangat berbeda dengan mereka yang baru datang ke Bandung saat SMU atau kuliah.. good point. gua gak pernah kepikir sama sekali.</p>
<p>waduh.</p></blockquote>
<p>my comment was meant to support orang2 kaya temennya yuki yang mau pulang ke daerahnya dan membangun daerah mereka. kebetulan temennya yuki Batak, jadi gue take example. I think Jubel understand what i meant. that&#8217;s why he wasn&#8217;t even angry in the first place. kalo gak baca komennya yuki dan jubel sebelumnya sih emang aneh jadinya. then i understand why you behaving like this. coz i have no bad intention whatsoever. </p>
<p>soal pendapat gue ttg definisi jakarta dan penduduk jakarta, refer to pendapat gue nomer 1. yes, you are orang jakarta. soal aji mumpung liberal minded, no comment ajah. and when did i say blogger menyatakan hal2 buruk tentang pemerintah? you must have quote wrongly. soal s2, i kinda know u&#8217;d mention it when i said to jubel not to mention it  <img src='http://michaelhutagalung.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=':wink:' class='wp-smiley' />  . </p>
<p>But with all due respect this is OOT, and i don&#8217;t feel like responding more. sulit memperdebatkan content opini ketika prejudice sudah terlibat. karena pada dasarnya gue gak ada yang kontra sama sekali sama pendapat lo. jadi kayaknya gue sibuk membuat lo melihat niat baik gue. and i dont have energy for that now. </p>
<p>i blog for nothing, it&#8217;s just a habit. and i have blogged for 4 years now. only the last one year gue merasa blogger jadi pada nge grup yang obvious banget. sebelumnya blongging gak gini kok. anyway, i just give up on you and you may take me guilty as charge. you may also mock me as you like. i dont worry as you still have hati nurani. although you don&#8217;t think so about me.</p>
<p>good bye Marisa.</p>
<p>ps: Jubel, maaf banget yah jadi panjang lebar gini OOT nya di blog elo. insyaAllah it won&#8217;t happen again  <img src='http://michaelhutagalung.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':smile:' class='wp-smiley' />  .</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Marisa</title>
		<link>http://michaelhutagalung.com/2008/05/are-you-celebrating-the-day/comment-page-2/#comment-1494</link>
		<dc:creator>Marisa</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 07:37:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://michaelhutagalung.com/?p=211#comment-1494</guid>
		<description>Lupa signature.

Best regards,
Marisa
Rute 31 Kampung Melayu, 01 Salemba, M52 Tebet.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Lupa signature.</p>
<p>Best regards,<br />
Marisa<br />
Rute 31 Kampung Melayu, 01 Salemba, M52 Tebet.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Marisa</title>
		<link>http://michaelhutagalung.com/2008/05/are-you-celebrating-the-day/comment-page-2/#comment-1493</link>
		<dc:creator>Marisa</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 06:58:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://michaelhutagalung.com/?p=211#comment-1493</guid>
		<description>&lt;blockquote&gt;4. you got some point there, and it got me thinking. Emang bener, bangunan2 tinggi di Jakarta itu dibangun oleh uang masyarakat dari sabang sampai merauke. Sedikit banget yang haknya orang Jakarta asli. Dan memang sedikit dari itu yang kami nikmati. Akan tetapi, kemudian muncul analogy. Kebayangnya kaya kalo environmentalist bilang, selamatkan pohon di Kalimantan, jangan tebang, illegal logging kejam. Terus logger bisa bilang; yah kalo gitu balikin tuh furnitur2 di rumah kalian yang notabene dibikin dari pohon2 tebangan kami. Nah lo. Bagi gue masalahnya bukan memperbaiki keadaan dengan re-do, undo or mengulang masa lalu. Tapi bagaimana kita memperbaiki masa depan dengan kondisi yang ada sekarang. salah satunya dengan mendukung program otonomi daerah itu. that’s what i meant.&lt;/blockquote&gt;

Saya tidak bicara hak orang Jakarta asli, memang apa itu orang Jakarta asli bagi anda? Silahkan didefinisikan terlebih dahulu menurut konstitusi. Maaf ya, Jakarta itu nama kota, bukan nama suku atau nama ras tertentu. Dari keturunan Batak, Melayu, Jawa, Cina, Barat, Keling, semua ada disini. Demi teori otonomi daerah anda itu, anda mau apakan mereka semua? Dan kalau kita membahas infrastruktur kota atau public property sudah seharusnya menjadi hak semua warga kota Jakarta. Otonomi daerah itu definisinya apa? Apa di KTP saya ini terbilang saya penduduk Medan? Apakah KTP saya KTP musiman? Tidak. Saya penduduk Jakarta. Tok. Otonomi daerah saya (dan penduduk lainnya) secara hukum dan undang-undang terletak di kota ini.

Lalu anda ini kenapa mikirnya UANG ya? Apakah konsep KERJA KERAS penduduk Jakarta yang sekian ragamnya itu tidak terlintas sama sekali? Tidak perlu berkedok green movement, anti kapitalis, philantropist hippie lah kalau anda tidak bisa - setidaknya BERUSAHA! - menghargai sesama sebangsa setanah air anda sendiri. Kalau anda niat kan anda bisa kendalikan pendapat anda itu, pikirkan dulu dampaknya ke orang lain. Saya juga kalau mau berpikir negatif tentang negara ini - dan orang-orangnya, sebenarnya banyak banget yang bisa dijadikan bahan. Memang hidup di Jakarta itu isinya hura-hura dan urusan uang doanq? Damn. Baru semalem saya rapat keluarga karena ada rumor May 1998 bakal terulang lagi, istana negara aja udah dilempar bom molotov disini. Nah anda itu mikir ngga hal-hal kayak gitu? Di Norway apa kabar BBM?

Saya terima kebebasan anda berpendapat, mau manis atau engga, saya tetap menghargai. Tapi saya juga memiliki hak yang sama. Mungkin tipikal orang disini itu ngga suka yang ribet-ribet, pingin main aman, atau berhubung monoritas jadi harus nahan dalem hati, atau ngga sekalian ngeluh ngedumel ngga menentu. Not me. I will indeed confront opinions like yours in return, and directly in thy face, ngerti?

Kalau orang seperti Yonna bilang, kita nge-blog kan untuk berteman. Wah &#039;bu saya udah nyaris setahun nge-blog, tapi kayaknya jarang tuh yang bisa behave secara normal seperti teman. Just behave normally and do things normally like friends do. Bloggers mainly desire to group and belong to a society. Not me. I do support those who I respect, but not necessarily play pretending with some liberal noobs in this place. Asal tidak anarkis.

Back to M.

&lt;blockquote&gt;Hal ini alasan kuat masyarakat aceh memberontak, juga irian jaya. Karena natural resource nya diperas tapi mereka gak kebagian apa2. akhirnya yang kaya Jakarta dan semua orang mau ke Jakarta. Pembangunan di Jakarta tidak memperhatikan hak hak masyarakat local. Sebenernya bukan di Jakarta aja. Di Kalimantan logging tidak memperhatikan hak masyarakat dayak. Di papua logging jadi penghasilan terbesar kedua terbesar tapi 90 persen masyarkat adapt yang tinggal di hutan adalah masyarakat termiskin di papua, freeport nambang emas 40 tahun dan CEO was on the list of richest person in Forbes, tapi Papuan notabene HDI nya terendah di Indonesia (See BPS data).&lt;/blockquote&gt;

Anda itu S2 tapi ko ya bikin studi perbandingan aja variabelnya kacau. Saya tidak meragukan fakta yang udah anda jelaskan, bagi saya juga memang benar kenyataannya begitu. Tapi kenapa mendadak membicarakan Freeport, Papua, Aceh, atau Kalimantan? Anda ini sadar tidak kalau sedang menyinggung suku orang lain? Atau sebenarnya lagi nyindir kapitalis ala Barat? Mohon maklum, saya dari dulu ngga ngerti gaya bahasa politik ngesot kiri, ngesot kanan, asal mempermainkan asumsi audiens.

Gini deh. Itu kasus logging dll dsb memang yang terima amplop di belakang siapa? Pemerintah, bukan? Pengusaha korup itu semua ngga akan berani do dirty business juga kalau ngga dilegalisasikan duluan oleh pemerintah. Nah sekarang saya tanya, pemerintah apakah isinya orang Batak semua? Apakah pemerintah menganut sistem birokrasi ala Batak? Jadi kenapa anda harus menyinggung suku itu secara khusus?

Sudut pandang anda itu contoh tepat pola pikir puritan yang terlalu berdalih SARA. Anda merujuk pada teori dan statistika, bagus!, mungkin anda sekedar ingin bergaul dengan para intelek muda seperti anda sendiri, pastinya dengan difasilitasi gaya bahasa diplomatis. Tapi sayangnya, anda mungkin lupa untuk merujuk pada hati nurani. Lebih parahnya, anda lupa merujuk pada sejarah.

Sekedar saran, sebelum anda - aji mumpung - merepresentasikan diri anda sebagai liberal minded, earth loving, modern thinking, peace loving activist - which is good, tegaskan donq kepada publik dengan lantang dan berani bahwa apapun yang teridentifikasikan pada anda itu sudah menghargai PLURALISME dan PANCASILA di negeri ini, apakah anda sudah memperjuangkan hak penduduk &quot;lainnya&quot; itu seperti layaknya penduduk &quot;lainnya&quot; itu sudah memperjuangkan hak anda? Jangan hanya sebatas personal opinion buat modal eksis. Kalau sudah, baru anda berkoar soal liberalisme dan intelektualitas yang universal, meskipun di saat yang sama mengusir keturunan Batak dari Jakarta. Apa bedanya anda dengan kaum anti minoritas, anti agama anu, dan anti barat di negeri ini? Wong dulu kasus UU ITE aja anda bisa berpendapat bahwa blogger itu sudah menyatakan hal-hal buruk mengenai pemerintah, ironisnya mereka-lah yang sudah membantu memperjuangkan hak anda untuk tetap bebas berpendapat seperti sekarang ini.

But look at the bright side, kalo hidup saya di Jakarta udah enak dan santai, sibuk ngejarah tanah dan jatah makan orang suku lain, bisa dijamin saya ngga bakal segini napsunya nge-counter pendapat anda. Mendingan ke mall shopping. Cuman masalahnya kan, kalau berjuang untuk suatu kebenaran aja ngga kuat, bagaimana mau bisa berjuang untuk kesatuan nasional?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<blockquote><p>4. you got some point there, and it got me thinking. Emang bener, bangunan2 tinggi di Jakarta itu dibangun oleh uang masyarakat dari sabang sampai merauke. Sedikit banget yang haknya orang Jakarta asli. Dan memang sedikit dari itu yang kami nikmati. Akan tetapi, kemudian muncul analogy. Kebayangnya kaya kalo environmentalist bilang, selamatkan pohon di Kalimantan, jangan tebang, illegal logging kejam. Terus logger bisa bilang; yah kalo gitu balikin tuh furnitur2 di rumah kalian yang notabene dibikin dari pohon2 tebangan kami. Nah lo. Bagi gue masalahnya bukan memperbaiki keadaan dengan re-do, undo or mengulang masa lalu. Tapi bagaimana kita memperbaiki masa depan dengan kondisi yang ada sekarang. salah satunya dengan mendukung program otonomi daerah itu. that’s what i meant.</p></blockquote>
<p>Saya tidak bicara hak orang Jakarta asli, memang apa itu orang Jakarta asli bagi anda? Silahkan didefinisikan terlebih dahulu menurut konstitusi. Maaf ya, Jakarta itu nama kota, bukan nama suku atau nama ras tertentu. Dari keturunan Batak, Melayu, Jawa, Cina, Barat, Keling, semua ada disini. Demi teori otonomi daerah anda itu, anda mau apakan mereka semua? Dan kalau kita membahas infrastruktur kota atau public property sudah seharusnya menjadi hak semua warga kota Jakarta. Otonomi daerah itu definisinya apa? Apa di KTP saya ini terbilang saya penduduk Medan? Apakah KTP saya KTP musiman? Tidak. Saya penduduk Jakarta. Tok. Otonomi daerah saya (dan penduduk lainnya) secara hukum dan undang-undang terletak di kota ini.</p>
<p>Lalu anda ini kenapa mikirnya UANG ya? Apakah konsep KERJA KERAS penduduk Jakarta yang sekian ragamnya itu tidak terlintas sama sekali? Tidak perlu berkedok green movement, anti kapitalis, philantropist hippie lah kalau anda tidak bisa &#8211; setidaknya BERUSAHA! &#8211; menghargai sesama sebangsa setanah air anda sendiri. Kalau anda niat kan anda bisa kendalikan pendapat anda itu, pikirkan dulu dampaknya ke orang lain. Saya juga kalau mau berpikir negatif tentang negara ini &#8211; dan orang-orangnya, sebenarnya banyak banget yang bisa dijadikan bahan. Memang hidup di Jakarta itu isinya hura-hura dan urusan uang doanq? Damn. Baru semalem saya rapat keluarga karena ada rumor May 1998 bakal terulang lagi, istana negara aja udah dilempar bom molotov disini. Nah anda itu mikir ngga hal-hal kayak gitu? Di Norway apa kabar BBM?</p>
<p>Saya terima kebebasan anda berpendapat, mau manis atau engga, saya tetap menghargai. Tapi saya juga memiliki hak yang sama. Mungkin tipikal orang disini itu ngga suka yang ribet-ribet, pingin main aman, atau berhubung monoritas jadi harus nahan dalem hati, atau ngga sekalian ngeluh ngedumel ngga menentu. Not me. I will indeed confront opinions like yours in return, and directly in thy face, ngerti?</p>
<p>Kalau orang seperti Yonna bilang, kita nge-blog kan untuk berteman. Wah &#8216;bu saya udah nyaris setahun nge-blog, tapi kayaknya jarang tuh yang bisa behave secara normal seperti teman. Just behave normally and do things normally like friends do. Bloggers mainly desire to group and belong to a society. Not me. I do support those who I respect, but not necessarily play pretending with some liberal noobs in this place. Asal tidak anarkis.</p>
<p>Back to M.</p>
<blockquote><p>Hal ini alasan kuat masyarakat aceh memberontak, juga irian jaya. Karena natural resource nya diperas tapi mereka gak kebagian apa2. akhirnya yang kaya Jakarta dan semua orang mau ke Jakarta. Pembangunan di Jakarta tidak memperhatikan hak hak masyarakat local. Sebenernya bukan di Jakarta aja. Di Kalimantan logging tidak memperhatikan hak masyarakat dayak. Di papua logging jadi penghasilan terbesar kedua terbesar tapi 90 persen masyarkat adapt yang tinggal di hutan adalah masyarakat termiskin di papua, freeport nambang emas 40 tahun dan CEO was on the list of richest person in Forbes, tapi Papuan notabene HDI nya terendah di Indonesia (See BPS data).</p></blockquote>
<p>Anda itu S2 tapi ko ya bikin studi perbandingan aja variabelnya kacau. Saya tidak meragukan fakta yang udah anda jelaskan, bagi saya juga memang benar kenyataannya begitu. Tapi kenapa mendadak membicarakan Freeport, Papua, Aceh, atau Kalimantan? Anda ini sadar tidak kalau sedang menyinggung suku orang lain? Atau sebenarnya lagi nyindir kapitalis ala Barat? Mohon maklum, saya dari dulu ngga ngerti gaya bahasa politik ngesot kiri, ngesot kanan, asal mempermainkan asumsi audiens.</p>
<p>Gini deh. Itu kasus logging dll dsb memang yang terima amplop di belakang siapa? Pemerintah, bukan? Pengusaha korup itu semua ngga akan berani do dirty business juga kalau ngga dilegalisasikan duluan oleh pemerintah. Nah sekarang saya tanya, pemerintah apakah isinya orang Batak semua? Apakah pemerintah menganut sistem birokrasi ala Batak? Jadi kenapa anda harus menyinggung suku itu secara khusus?</p>
<p>Sudut pandang anda itu contoh tepat pola pikir puritan yang terlalu berdalih SARA. Anda merujuk pada teori dan statistika, bagus!, mungkin anda sekedar ingin bergaul dengan para intelek muda seperti anda sendiri, pastinya dengan difasilitasi gaya bahasa diplomatis. Tapi sayangnya, anda mungkin lupa untuk merujuk pada hati nurani. Lebih parahnya, anda lupa merujuk pada sejarah.</p>
<p>Sekedar saran, sebelum anda &#8211; aji mumpung &#8211; merepresentasikan diri anda sebagai liberal minded, earth loving, modern thinking, peace loving activist &#8211; which is good, tegaskan donq kepada publik dengan lantang dan berani bahwa apapun yang teridentifikasikan pada anda itu sudah menghargai PLURALISME dan PANCASILA di negeri ini, apakah anda sudah memperjuangkan hak penduduk &#8220;lainnya&#8221; itu seperti layaknya penduduk &#8220;lainnya&#8221; itu sudah memperjuangkan hak anda? Jangan hanya sebatas personal opinion buat modal eksis. Kalau sudah, baru anda berkoar soal liberalisme dan intelektualitas yang universal, meskipun di saat yang sama mengusir keturunan Batak dari Jakarta. Apa bedanya anda dengan kaum anti minoritas, anti agama anu, dan anti barat di negeri ini? Wong dulu kasus UU ITE aja anda bisa berpendapat bahwa blogger itu sudah menyatakan hal-hal buruk mengenai pemerintah, ironisnya mereka-lah yang sudah membantu memperjuangkan hak anda untuk tetap bebas berpendapat seperti sekarang ini.</p>
<p>But look at the bright side, kalo hidup saya di Jakarta udah enak dan santai, sibuk ngejarah tanah dan jatah makan orang suku lain, bisa dijamin saya ngga bakal segini napsunya nge-counter pendapat anda. Mendingan ke mall shopping. Cuman masalahnya kan, kalau berjuang untuk suatu kebenaran aja ngga kuat, bagaimana mau bisa berjuang untuk kesatuan nasional?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: yonna</title>
		<link>http://michaelhutagalung.com/2008/05/are-you-celebrating-the-day/comment-page-1/#comment-1492</link>
		<dc:creator>yonna</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 May 2008 03:55:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://michaelhutagalung.com/?p=211#comment-1492</guid>
		<description>@M
abis gak tau masalahnya jadi positive thinking aja, gak belain M atau Marisa, elo bedua udah gue anggep temen (*sok akrab) jadi palingan cuma bisa ademin dikit dengan kasih joke garing :mrgreen:

ya gue ndiri juga kapok berdiskusi ma blogger tertentu yang galaknya minta ampun, bukan marah, benci apalagi dendam yah, tapi kapok aja, kalo baru mendiskusikan topik ringan aja judesnya udah seubun-ubun apalagi mendiskusikan topik agak berat dan serius? gak mau cari musuh ah :)

makanya gue japri ke M dan Tasa soal topik artikel yang rada sensitif, sekedar jaga-jaga kalo ada blogger lain yang gak suka ma tanggapan gue dan daripada ribut mending gue berdiskusi berdua aja ma empunya artikel aja. i&#039;ve learned my lesson and i&#039;ll always try to do so. mistakes are welcome, but same old mistakes are not welcome (prinsip pribadi), salam :)

*maaf ya mike, jadi menuh2in deh tuh :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@M<br />
abis gak tau masalahnya jadi positive thinking aja, gak belain M atau Marisa, elo bedua udah gue anggep temen (*sok akrab) jadi palingan cuma bisa ademin dikit dengan kasih joke garing <img src='http://michaelhutagalung.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p>ya gue ndiri juga kapok berdiskusi ma blogger tertentu yang galaknya minta ampun, bukan marah, benci apalagi dendam yah, tapi kapok aja, kalo baru mendiskusikan topik ringan aja judesnya udah seubun-ubun apalagi mendiskusikan topik agak berat dan serius? gak mau cari musuh ah <img src='http://michaelhutagalung.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>makanya gue japri ke M dan Tasa soal topik artikel yang rada sensitif, sekedar jaga-jaga kalo ada blogger lain yang gak suka ma tanggapan gue dan daripada ribut mending gue berdiskusi berdua aja ma empunya artikel aja. i&#8217;ve learned my lesson and i&#8217;ll always try to do so. mistakes are welcome, but same old mistakes are not welcome (prinsip pribadi), salam <img src='http://michaelhutagalung.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>*maaf ya mike, jadi menuh2in deh tuh <img src='http://michaelhutagalung.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
