Sinetron Sampah tapi High Rating, Siapa yang Salah?
14.02.08 at 16:35 in Indonesia # 43 CommentsA: “Eh, lo nonton sinetron A gak? Sampah banget tau ga si lo! Adegannya tuh super berlebihan! Kayanya segala-galanya tuh sedihhh bangettt! Pihak antagonisnya tuh jahatttt banget.. Gak berkualitas banget sih sinetron Indonesia tuh.. Mana banyak banget yang nge-jiplak!”
B: “Ooo.. gitu ya? Gua gak nonton tuh.. emang hampir semua sinetron Indonesia ya yang kaya gitu?”
A: “Iya banget! Nih ya sinetron A, sinetron B, sinetron C, sinetron D, sinetron E, sinetron F, bla.. bla.. bla.. semuanya tuh sampah! Gua gak ngerti deh kenapa masih aja ditayangin di televisi!”
B: “Wah.. lu tau banyak sinetron juga ya! Tiap hari mangkal di depan TV ya? Bisa dibilang lo salah satu fans sinetron juga ya.. Kok udah tau gak berkualitas tapi masih ditonton??”
A: (diam)
Saya rasa judul post ini sudah benar-benar merangkum apa yang akan saya paparkan. Sudah pasti post kali ini berhubungan dengan sinetron, rating, dan pihak yang patut dipersalahkan. Anda salah satu dari sekian banyak orang yang amat membenci sinetron? Ada baiknya bila Anda mengulas kembali alasan-alasan utama yang membuat Anda berpikir demikian.
Sebelumnya, ada baiknya kita mengulas beberapa opini publik (tentunya secara parsial) terhadap sinetron Indonesia:
- Sinetron Indonesia hiperbolis dan terlalu amat melebih-lebihkan
- Sinetron Indonesia kerap menjiplak karya drama sejenis dari luar negeri (Jepang, Korea, dsb)
- Sinetron Indonesia menggunakan materi yang memiliki efek buruk terhadap anak-anak di bawah umur
- Sinetron Indonesia memiliki arah cerita yang amat fleksibel agar sinetron dapat terus tayang di televisi walaupun cerita sudah amat tak terarah dan terkesan dipanjang-panjangkan.
Bagaimana? Anda semua cukup sependapat? Nah, tapi jangan hanya berpikir sampai di sana saja karena ada beberapa fakta menarik yang patut Anda ketahui:
- Sinetron Indonesia menduduki jadwal siaran PRIME TIME hampir di semua stasiun televisi
- Sinetron Indonesia merupakan jenis acara televisi yang selalu mendapatkan rating terbaik berdasarkan audience share research yang dilakukan berbagai perusahaan rating nasional dan internasional
- Sinetron Indonesia memiliki materi sejenis semenjak mulai booming pada awal dekade 1990-an hingga saat ini.
- Sinetron Indonesia benar-benar menyerap banyak tenaga kerja di dunia pertelevisian mulai dari aktor, aktris, kru film, bahkan hingga produser.
Nah.. Anda kaget? Saya yakin tidak.
Sekali lagi saya tekankan, sinetron Indonesia sangatlah HIGHLY RATED dan ditempatkan di slot PRIME TIME. Siapa yang dapat menyebabkan mereka meraih kesuksesan seperti demikian?
Jawabannya: PENONTON SINETRON ITU SENDIRI.
Maka dari itu, silakan Anda memilih beberapa kesimpulan yang mungkin dari kesimpulan-kesimpulan di bawah ini:
- Penggemar televisi Indonesia benar-benar manusia-manusia yang munafik karena di suatu sisi mereka mecela habis-habisan karya anak bangsanya sendiri namun di sisi lain tetap menghabiskan malamnya untuk duduk manis di depan televisi menonton sinetron yang amat dia benci.
- Penggemar televisi Indonesia pada dasarnya memang menyukai hal-hal yang hiperbolis, berlebihan, dan dramatis. Di sisi lain penggemar televisi Indonesia mentolerir karya-karya jiplakan dan tidak terlalu peduli terhadap efek buruk sinetron terhadap perkembangan mental anak-anak bangsa.
- Penggemar sinetron Indonesia mungkin jauh lebih banyak secara jumlah apabila dibandingkan dengan pembenci sinetron Indonesia yang memang konsisten dengan kebencian mereka. Hal itu menyebabkan sinetron Indonesia tetap terus hidup dan tumbuh berkembang hingga detik ini. Dan kalau ternyata sebenarnya jumlah pembenci sinetron Indonesa jauh lebih banyak, berarti sebagian besar dari mereka ialah orang-orang yang munafik.
- Penggemar sinetron Indonesia sebenarnya tidak menyukai sinetron-sinetron tersebut karena memang kualitasnya yang rendah namun berhubung mereka semua tidak tahu cara lain untuk mengisi waktu produktif mereka di malam hari, mereka memilih untuk menjadi pemerhati sinetron dan menggunakan berbagai adegan-adegan di dalamnya sebagai bahan gosip dan cela-celaan.
Selain empat kemungkinan kesimpulan di atas, saya ingin mengungkapkan satu opini pribadi saya:
Mereka yang saya katakan munafik pada paparan di atas pada umumnya dapat memberikan 5 contoh keanehan, kehiperbolisan, pendramatisasian yang berlebihan, penjiplakan, dan segala nilai buruk yang dimiliki sinetron dari 5 sampel sinetron yang berbeda dan mereka terus mengikuti perkembangan keburukan-keburukan itu setiap hari, dari waktu ke waktu.
Bangun dan sadarlah! Satu-satunya pihak yang patut dipersalahkan ialah mereka sang orang-orang munafik. Ini semua bukan salah aktor, aktris, sutradara, produser, perusahaan pengiklan, perusahaan riset statistik, atau bahkan penonton setia yang memang tulus menyukai sinetron Indonesia.
Kalau memang Anda berpikir bahwa sinetron Indonesia tidak berkualitas, ya jangan ditonton!
Kalau Anda sebenarnya suka akan sinetron Indonesia, ya bilang saja “SUKA”.. jangan terpaksa bilang “Sampah banget tau ga sih..” hanya agar tidak terlihat memalukan karena Anda menyukai sinetron Indonesia. Menyukai produk dalam negeri itu tidak memalukan dan tidak mengurangi harga diri Anda.. kemunafikanlah yang mengurangi harga diri Anda sebagai manusia.
Saya tidak membenci sinetron Indonesia dan saya juga bukan salah satu fans setianya.
Terkadang saya menonton beberapa sinetron itu sebagai hiburan dan pengisi waktu saya di malam hari.
Apakah bodoh untuk menonton sinetron Indonesia? Tidak.
Apakah bodoh untuk tidak menonton sinetron Indonesia? Tidak juga.
Lalu siapa yang bodoh?
Mereka yang bodoh ialah mereka yang menjadi penggemar setia sinetron Indonesia sambil terus menghujat dan menghujat tapi tak pernah absen untuk duduk manis di depan TV di malam hari.
Newsletter
Subscribe RSS


Ada lagi,ngakunya sinema Islami,cuma karena salah satu pelakonnya berpakaian wanita muslim,tapi isi ceritanya ngga ada unsur dakwah sebagaimana seharusnya sinema berkategori reliqi,tetep aje rebutan warisan dsb,pokoke sampahlah sinetron indonesia,mending nonton film kucing.
Itu sih elo klo gw gak gtu…
Klo jlek y g usa dtonton, mending gw nonton metro/tv one, nonton brita/dokumenter/reality sow…Ato donlot animE,btw anime kwalitasnya jutaan x lipat dr pd sinetron.Hard disk penuh dgn anime HAREM….
Sinetron tontonan bwat SON OF A BINCH
Mnurut gw seeh yh emank ga bsa dpungkirin klo bnyakny cercaan tp rating tinggi tu jg ad krna kmunafikan kta2 jg yg hnya bsa mngkritik d dpn’n dbakangny yh…who knows,,
tp mnurut gw intinya tu kmampuan indonesia saat ini bru bsa sprti itu aj,,otomatis orng2 yg mcari hiburan lwat tv mwu ga mwu nonton jg tu snetron krna jmlhny siaranny yg bjibun bnyakny.. Jd sapa yg salah?? Kyany kga ad dh.. Klo kta emank suka ya tonton aj, klo ga ska ya ga usah d tonton tu sinetron.. Gampang kn,,jd ga prlu bnyak comment..he2…
Saya jg merasa prihatin akan banyaknya orang yg terbuai oleh sajian2 yg jauh dari manfaat dan cenderung pembodohan. padahal masih banyak kegiatan lain yg lebih bermanfaat dari sekedar terbuai oleh jalan cerita karangan manusia yg notabenenya permainan perasaan dan khayalan. mari kita ingatkan orang2 terdekat bahwa hidup ini singkat, gunakan waktu sebaik-baiknya. jadikan hidup di dunia sarat manfaat untuk akhirat.
Tonton aja berita .. eduaction, atau si bolang
solusi yg tepat sih ga usah ditonton, g aja ga apal ama judul2 sinetron, emang ada berapa? ama nama pemainnya ga apal .. haha.. indonesia .. indonesia ..
Ouh ya .. bwt Metro TV berani ga ya? bikin donk Semacam Idol idol Indonesia tapi di bidang Edukasi,tehnik, pencipta kratifitas atau apalah .. jgn cuman entertaint…
aku bukan pecinta sinetron tapi……..cinta fi3 sanggup bikin aku rela nungguin ampe jam setengah duwa belas,
padahal besok subuh dah harus siap - siap kerja.eit!!jangan dikira aku ga profesional dalam bekerja.kerja tetep lancar koq dan nggak ada ngantuk - ngantuqnya tuch! 
cieee..obsesi niyh!!boleh dunk skalikali narzies
buwat kang hilman..tetep berkarya yawh…jangan keabisan ide.ntar klo dah buntu tanya aku ajah.hehe..dijamin nggak bakal norak over katro blebihan ato apalah,
Kondisi psikologis masyarakat yang perlu dipertanyakan.
Why do they feel good watching those scenes? And have the fictional characters reflected a certain part of their identity?
Sinetron Indonesia cukup edukatif juga loh!
Edukasi moralitas hitam VS putih. Tipikal?
But I still lop you, Adly Fairuz. Mwahmwah.
Simpel aja jawabnya, seleksi alam. Tar kan masyarakat mikir sendiri, atau kalo g malah KO sendiri, wekekekek….
sinetron….?
jujur bgt aku gak exciting ngomongin topik itu.. tapi sebagai penduduk Indonesia yang peduli akan infotainment dan entertainment jadi tergugah juga pngen ngomong..:)
so,…. maunya sinetron tuh apa sih sbnernya?
aku selalu meres otak buat cari sisi edukasinya, tapi gak dapet2. sebenarnya ada sih… tapi kecil banget, sekecil amoeba lah…!
eh, kalo ada temen2 yang tau sinetron bagus akhir2 ne kbri aku yah…..
Hehehe…..sinetron….sinetron…kmana kmu yang dulu…aku rindu…puolllllll……
Gara-gara sinetron aku jadi kayak orang ga guna tiap malem, iya kalo lagi ada duit bisa ke rental pinjem dvd tapi kalo lagi bokek plus kere….rasanya mau ambruk aja dunia ini.
Jadi sinetron…..please….please…deh…give me something ‘cos u always give me nothing
hehehehe….sinetron….sinetron…..kemana dirimu yang dulu…..aku rindu lho…….
sekarang tiap malem kayak orang nggak guna di rumah gara-gara gak ada acara yang bisa di tonton. Mending klo lagi da duit bisa ke rental pinjam dvd…kalo lagi bokek + kere….waduh…dunia rasanya mo ambruk.
Jadi buat sinetron….please…please…deh….give me something ‘cos u always give me nothing
Risya - hmm, kalo masalah educated people dan demo sih bingung juga kali ya.. karena gak semua sinetron jelek juga.. tapi gak semua artis mau sadar bahwa sinetronnya jelek. hahahaha.. ya gt deh..
Eka - gua tau! namanya Penty sesuatu ya? Hahahaha.. gua gak tau sih orangnya yang mana tapi pasti pernah lewat lah pas gw nonton TV. hehe.. gile eka, temen lo kok mau sih??
Mya - tapi ya my, menghujat sambil mencintai sinetron memang sebuah hal kontras yang menarik! bak guilty pleasure. hahahaha.. btw lu temenan juga ama temen si eka ‘Penty’ itu? ckckckck..
auzan - bener juga ya.. gua baru inget sinetron Abad 21, lalu sintron yang ada artis buta nya itu.. duh siapa sih lupa gua.. ya gt2 lah.. kayanya menarik2 aja ya jaman dulu.. tapi kenapa sintron sekarang jadi satu tema ya? hehe..
Well, aku setuju kalo sinetron dulu tuh lebih mutu. paling gak kita masih di kasih pilihan coz genre nya yang emang beda-beda. Lha sekarang? cuma nangis, kalo ga gitu maen tempeleng, kalo ga gitu melotot2….waduh!!!! mau jadi apa Indonesia ini. ckckckck
aku juga setuju ma Eka, emang si kalo yang di indosiar tuh agak meragukan….yah meragukan banget lah kualitas edukasinya!!! dan yang jelas aku ngrasa cuma orang bodoh yang nyelesein masalah sambil dangdutan and joged2….
betul tho??????
eh,,,
mengomentari comment cewe gw ndiri…hehe,,
menurut gw bagusan sinetron jaman dulu loh, baik dari segi cerita maupun kualitas pemainnya…..
at least coba lo bandingin raffi ahmad / cinta laura, dengan primus yustisio / jihan fahira sekitar 10 tahun lalu..Opini gw sih bagusan 2 nama terakhir, dan seinget gw, gw dulu nonton sinetron ma sodara2 gw yang udah kuliah, dan mereka suka sinetronnya…
meskipun ada beberapa sinetron yang akhirnya kaya “Tersanjung” dan kaga tamat2…
Tapi coba deh kita telaah (widih bahasanya…)sinetron kaya “Noktah Merah Perkawinan”, atau yang laganya kayak “Deru Debu”, yang ringannya kayak “Lupus”,,
yah menurut gw…it’s better lah, apalagi dengan teknik dan teknologi sinematografi 10 tahunh lalu…
gue udah liat blog nya! lu nemu di mana? kocak banget sih!
buat risya, pemain sinetron yang mana dulu? yang di Indosiar sih kayanya cuma asal masuk tv doang, kualitas ga penting… ya ga?
Ralat eka,bukan minggu siang tapi tiap hari dari pagi sampe sore. Sinetron paling sampah yang pernah ada. Tapi emang gw tonton soalnya enak buat dhina-hina
. Bayangin ada eksekutif muda yang kerjaannya dugem tiap hari di klub dangdut. Udah gitu di tiap sinetron lagu dangdutnya sama semua. Oiya kalo lagi iseng coba liat di vertex,,ada dong dvd soundtrack sinetron indosiar.
Kata gw ini jenis sinetron paling parah yang pernah ada..dalam 1 scene artisnya ngucapin kata2 tolol,bego,bla bla bla 10 kali. Belum adegan jambak rambut, cekik leher,
mana sore2 lagi ditayanginnya.Heboh!
Satu lagi ada penggemar sinetron itu yang bikin blog yang isinya adalah : review tiap episode sinetron dangdut itu,,dan profile dari semua artis..termasuk temen smpnya eka yang namanya Pent*
Kalau ada yang kurang kerjaan ,coba liat disini
http://pangeran229.wordpress.com/
dan iya bel gw termasuk golongan ini “Mereka yang bodoh yang menjadi penggemar setia sinetron Indonesia sambil terus menghujat dan menghujat tapi tak pernah absen untuk duduk manis di depan TV di malam hari.”
bukan penggemar setia si tapi pencaci setia..haha
lu tau sinetron yang Minggu siang di Indosiar ga? yang ceritanya suka cross-over antara cerita silat sama India… terus suka ada nyanyi2 dangdut…
yang suka jadi pemeran utama, inisialnya P (lu tanya si Mya deh, dia apal banget!), itu temen SMP gue… gue jadi bingung deh harus seneng apa malu pernah temenan ma dia….
ngomong2 para pemain sinetron tuh kbnyakan educated people lho…. kok gak pnya kesadaran buat protes ato demo sesama pemain sinetron gitu….
kan seru yah???
trus mereka mogok main sinetron pasti smua stasiun tv bngung cari acara pengganti. atau para produser yg malah sibuk cari pemain baru???
wah… bnuh diri tuh jadinya para artis yg demo…
truz gimana dong???