Sinetron Sampah tapi High Rating, Siapa yang Salah?

A: “Eh, lo nonton sinetron A gak? Sampah banget tau ga si lo! Adegannya tuh super berlebihan! Kayanya segala-galanya tuh sedihhh bangettt! Pihak antagonisnya tuh jahatttt banget.. Gak berkualitas banget sih sinetron Indonesia tuh.. Mana banyak banget yang nge-jiplak!”
B: “Ooo.. gitu ya? Gua gak nonton tuh.. emang hampir semua sinetron Indonesia ya yang kaya gitu?”
A: “Iya banget! Nih ya sinetron A, sinetron B, sinetron C, sinetron D, sinetron E, sinetron F, bla.. bla.. bla.. semuanya tuh sampah! Gua gak ngerti deh kenapa masih aja ditayangin di televisi!”
B: “Wah.. lu tau banyak sinetron juga ya! Tiap hari mangkal di depan TV ya? Bisa dibilang lo salah satu fans sinetron juga ya.. Kok udah tau gak berkualitas tapi masih ditonton??”
A: (diam)

Saya rasa judul post ini sudah benar-benar merangkum apa yang akan saya paparkan. Sudah pasti post kali ini berhubungan dengan sinetron, rating, dan pihak yang patut dipersalahkan. Anda salah satu dari sekian banyak orang yang amat membenci sinetron? Ada baiknya bila Anda mengulas kembali alasan-alasan utama yang membuat Anda berpikir demikian.

Sebelumnya, ada baiknya kita mengulas beberapa opini publik (tentunya secara parsial) terhadap sinetron Indonesia:

  1. Sinetron Indonesia hiperbolis dan terlalu amat melebih-lebihkan
  2. Sinetron Indonesia kerap menjiplak karya drama sejenis dari luar negeri (Jepang, Korea, dsb)
  3. Sinetron Indonesia menggunakan materi yang memiliki efek buruk terhadap anak-anak di bawah umur
  4. Sinetron Indonesia memiliki arah cerita yang amat fleksibel agar sinetron dapat terus tayang di televisi walaupun cerita sudah amat tak terarah dan terkesan dipanjang-panjangkan.

Bagaimana? Anda semua cukup sependapat? Nah, tapi jangan hanya berpikir sampai di sana saja karena ada beberapa fakta menarik yang patut Anda ketahui:

  1. Sinetron Indonesia menduduki jadwal siaran PRIME TIME hampir di semua stasiun televisi
  2. Sinetron Indonesia merupakan jenis acara televisi yang selalu mendapatkan rating terbaik berdasarkan audience share research yang dilakukan berbagai perusahaan rating nasional dan internasional
  3. Sinetron Indonesia memiliki materi sejenis semenjak mulai booming pada awal dekade 1990-an hingga saat ini.
  4. Sinetron Indonesia benar-benar menyerap banyak tenaga kerja di dunia pertelevisian mulai dari aktor, aktris, kru film, bahkan hingga produser.

Nah.. Anda kaget? Saya yakin tidak.

Sekali lagi saya tekankan, sinetron Indonesia sangatlah HIGHLY RATED dan ditempatkan di slot PRIME TIME. Siapa yang dapat menyebabkan mereka meraih kesuksesan seperti demikian?

Jawabannya: PENONTON SINETRON ITU SENDIRI.

Maka dari itu, silakan Anda memilih beberapa kesimpulan yang mungkin dari kesimpulan-kesimpulan di bawah ini:

  1. Penggemar televisi Indonesia benar-benar manusia-manusia yang munafik karena di suatu sisi mereka mecela habis-habisan karya anak bangsanya sendiri namun di sisi lain tetap menghabiskan malamnya untuk duduk manis di depan televisi menonton sinetron yang amat dia benci.
  2. Penggemar televisi Indonesia pada dasarnya memang menyukai hal-hal yang hiperbolis, berlebihan, dan dramatis. Di sisi lain penggemar televisi Indonesia mentolerir karya-karya jiplakan dan tidak terlalu peduli terhadap efek buruk sinetron terhadap perkembangan mental anak-anak bangsa.
  3. Penggemar sinetron Indonesia mungkin jauh lebih banyak secara jumlah apabila dibandingkan dengan pembenci sinetron Indonesia yang memang konsisten dengan kebencian mereka. Hal itu menyebabkan sinetron Indonesia tetap terus hidup dan tumbuh berkembang hingga detik ini. Dan kalau ternyata sebenarnya jumlah pembenci sinetron Indonesa jauh lebih banyak, berarti sebagian besar dari mereka ialah orang-orang yang munafik.
  4. Penggemar sinetron Indonesia sebenarnya tidak menyukai sinetron-sinetron tersebut karena memang kualitasnya yang rendah namun berhubung mereka semua tidak tahu cara lain untuk mengisi waktu produktif mereka di malam hari, mereka memilih untuk menjadi pemerhati sinetron dan menggunakan berbagai adegan-adegan di dalamnya sebagai bahan gosip dan cela-celaan.

[thumb]Selain empat kemungkinan kesimpulan di atas, saya ingin mengungkapkan satu opini pribadi saya:
Mereka yang saya katakan munafik pada paparan di atas pada umumnya dapat memberikan 5 contoh keanehan, kehiperbolisan, pendramatisasian yang berlebihan, penjiplakan, dan segala nilai buruk yang dimiliki sinetron dari 5 sampel sinetron yang berbeda dan mereka terus mengikuti perkembangan keburukan-keburukan itu setiap hari, dari waktu ke waktu.

Bangun dan sadarlah! Satu-satunya pihak yang patut dipersalahkan ialah mereka sang orang-orang munafik. Ini semua bukan salah aktor, aktris, sutradara, produser, perusahaan pengiklan, perusahaan riset statistik, atau bahkan penonton setia yang memang tulus menyukai sinetron Indonesia.

Kalau memang Anda berpikir bahwa sinetron Indonesia tidak berkualitas, ya jangan ditonton!
Kalau Anda sebenarnya suka akan sinetron Indonesia, ya bilang saja “SUKA”.. jangan terpaksa bilang “Sampah banget tau ga sih..” hanya agar tidak terlihat memalukan karena Anda menyukai sinetron Indonesia. Menyukai produk dalam negeri itu tidak memalukan dan tidak mengurangi harga diri Anda.. kemunafikanlah yang mengurangi harga diri Anda sebagai manusia.

Saya tidak membenci sinetron Indonesia dan saya juga bukan salah satu fans setianya.
Terkadang saya menonton beberapa sinetron itu sebagai hiburan dan pengisi waktu saya di malam hari.

Apakah bodoh untuk menonton sinetron Indonesia? Tidak.
Apakah bodoh untuk tidak menonton sinetron Indonesia? Tidak juga.

Lalu siapa yang bodoh?

Mereka yang bodoh ialah mereka yang menjadi penggemar setia sinetron Indonesia sambil terus menghujat dan menghujat tapi tak pernah absen untuk duduk manis di depan TV di malam hari.

  • Bosen lihat TV

    kalau saya tv idup di rumah biar rame aja,

    dengar dari kabar angin seperti celotehan di media sosial, sinetron ini dan itu jelek kualitasnya,
    yang adegannya klo ga anak sekolahan pacaran, rok nya kependekan, cerita ga nyambung dengan judul atau hamil di luar nikah
    dan ini saya rasa alur cerita yang terjadi hampir di setiap sinetron “HAMIL DI LUAR NIKAH” :v

    sinetron terakhir yang saya tonton adalah tersanjung, sampe muak nontonnya mentok di episode tante amerika muncul.

  • Bella

    Saya rasa, masalahnya tidak semata2 hanya penonton yang di salahkan, melainkan sistem Rating itu sendiri. Di Indonesia, layaknya negara2 besar spt US, menerapkan sistem rating yang di mediasi oleh Nielsen Rating.
    Sistem ini mengambil sample beberapa household di kota2 besar di Indonesia. Dengan menginstall alat perekam di pesawat televisi mereka. Maka setiap pergantian channel melalui remote akan terlihat dan terekam. Siapa yg menontonnya juga akan terekam dengan adanya heat sensor. Kelihatannya emang keren, tp pada nyatanya, sistem ini banyak cacatnya. Diantaranya, ia tidak secara akurat merekam motivasi audiens. Bayangkan jika anda yang tipe nya seperti saya ( nonton tv cuma buat biar suasana kamar ga sepi, tp padahal ga di perhatikan.) hal itu tetap terekam dalam alat yg digunakan Nielsen ini. Untuk itulah validitasnya patut di pertanyakan. Selain itu, sample yang diambil oleh Nielsen pun tidak merata dan hanya ada di kota2 besar (biasanya). Inilah mengapa para pelaku Media (pihak kreator sinetron) yang memang kiblat satu2nya adalah Nielsen akan melakukan segala macam cara selama programnya dpt tayang dan dpat pemasukan iklan. Karena dengan hasil rating ini, ini yg di jadikan patokan para pengiklan utk pasang iklan di acara tv, selain itu, kebanyakan para boss2 besar di stasiun tv itu bodo amat sama konten, asalkan menghasilkan banyak iklan ya acara senorak apapun monggo aja. Itulah buruknya dunia pertelevisian kita.

  • Faisal Darmawan

    gw termasuk penggemar sinetron impor *ya sperti JDrama beda bgt sama indonesia, jdrama klu episode sedikit ngeselin ya karena seru bgt jadi mersa kurang puas gitu dan isi cerita susah ditebak dan yang paling penting ada edukasi dan juga ceritanya logis sesuai kehidupan manusia
    ,klu untuk masalah menilai sinetron indonesia ya karena saya cuma lihat sekilas pas ditonton “wah aneh ceritanya masa anak sekolah kerjaan pacaran?? bukanya sibuk ujian atau apa ga ada kegiatan lain apa ??”” , dan juga saya pernah sekilas liat FTV pasa gw liat waduh tuh cewe cantik kok jualan tahu utk nafkah keluarga ga jadi model apa ??? wah klu kaya gini kemungkinan ada cewe cantik jualan bajigur??,ehh taunya bnr pas ganti cenel sasuai apa yg gw omongin dan yang aneh lagi sinetron ggs orang” nya kerjaan pcran melulu dan setiap efek jelek dan malah ada saingan manusia harimau waduuhh, ini semua sinetron indo berbau unsur kebun binatang dan dr situ ane ganti chanel nonton beriita ,stand up ,atau Mario T karena lebih bagus. jadi klu menurut ane sih org nilai sinetron jelek sih wajar aja mungkin aja dia liat sekilas dan lsg menjudge jadi belum tentu seluruh munafik . jadi klu menurut ane sih opini TS salah .

  • Wahyu Setiawan

    Yang nonton sinetron adalah yang belum akrab internet.

  • Eric Fisher Wood

    Sya Bisa Buat Film Cartoon Tapi Sya Tak Punya Karangan LAGI KALAU ANDA PUNYA KARANGAN PM SAYA YA DI FB

  • Gomez

    bener kok,,,yang merusak dan maksiat itu di gemari banyak orang loh,,,jadi menurut saya normal kalo sinetron dapet rating yg tinggi,,,yang plagiat, beli dvd bajakan, etc juga banyak kan? jadi,,,terlalu repot di bahas,,,solusinya sih ada,,,cuma mau gak mereka ngelakuinnya,,,(red:pelaku industri sinetron ecek2). This all about taste,,and for some people, they just wanna get it instantly. Buat gw, yang moderate untuk hal beginian, ya selama masih dalam koridor yang gak nyusahin gw, its okaylah, tapi kalo udah annoying baru gw tebalikin itu tipi,,hahahaha

  • jawara

    salah mas … yang menyebabkan Sinetron Indonesia itu tidak bermutu adalah RATING … apakah anda tahu siapa yang mengeluarkan angka RATING tersebut ?, pernahkah Lembaga RATING tersebut di Audit ?.

    RATING di indonesia masih tergolong jenis RATING TERSELUBUNG.

  • HZ

    ayo belajar yang rajin biar bisa jadi producer/sutradara perfilman indonesia biar film indonesia maju dan memperbaiki sinetron sinetron dgn menambahkan amanat amanat yang berguna bagi orang yg menontonnya dan juga mengurangi adengan yang “berlebih lebihan” doakan perfilman indonesia yah biar bisa sebanding hebatnya dgn film luar negri tanpa “menyontek”.

  • Artha

    Pinginnya sih ada sinetron indo yg temanya berbeda gitu dgn kebanyakan dan tentu mendidik, kan sebagai hiburan…, Hiburan tapi mendidik :-)

  • rachel

    btul bgt coment u smw.. w prihatin ma snetron indonesia yg monoton, itu”z, g kreatif.. slh d’scriptwriter na g bs bkin crta yg mndidik n brmutu.. yg antagonis g ad sisi baik’y.. yg protagonis g ad sisi jhat’y.. nma’y mnusia pst ad sisi baik n bruk’y, g slalu jhat n g slalu baik..
    cb snetron bwtn w ad d’tv pst byk yg sk cz bd dr snetron indonesia lain’y, g pnh ad, unik, brmutu, ad moral’y, ad proses sk’y, g lgsg sk gtu z.. nma’y sk kn btuh proses jd cnta’y mndalam n bs bkin pnonton trharu ky drma taiwan, jpg n taiwan kren”=D hahahaa
    sinopsis snetron w ud w krm k’slh 1 produser tp kt’y bkin novel z.. cpd,, w ykin snetron w pst bkalan booming n dpt rating no1 d’indonesia.. w bs bktiin asal ad produser yg brminat bca sinopsis snetron w n bs d’bkin snetron.. hehe
    [email protected] krm psan yha bgi produser snetron yg brminat,, tq :)

  • Tomo

    saran saya bagi penonton yg punya dendam, atau kebencian sangat mendalam kepada sinetron indonesia (sama kayak saya) ini provokasi saya : jangan pernah nonton film indonesia lagi. lebih enak main game FPS atau RTS. jangan biarkan sinetron indonesia merusak otak dan kecerdasan anda.

  • http://ratihkuspriyadani.blogspot.com ratih

    yah,begitulah sinetron indonesia. temanya kalau tidak cinta2an ya paling pembunuhan, perkosaan, hantu, peri2an, trus dicampur2 jadi malah bikin eneg. trus episodenya panjang pula, dan penayangannya pas primetime pula. (maaf buat penggemar sinet indo ya..)

  • http://maynoheya.com May

    Saya pembenci sinetron dan terus terang saya tahu 5, 10, atau lebih banyak lagi adegan-adegan yang menurut saya tolol, lebay, ngga jelas, dll dll yang saya benci dari sinetron.

    Klo dari jurnal Mas Michael mungkin saya termasuk yg muna ya. Tp trus terang saya ngga mau nonton sinetron dan lebih memilih nonton berita ato matiin TV sekalian… kalau seandainya TVnya saya yang punya. Tapi betapa betapa dan betapapuuunnnnn saya ingin ngga nonton tapi kedua orang tua saya yang pecinta sinetron pasti akan menyetel tv dgn volume yang cukup keras apalagi dari jam 8 malam keatas (masih lumayan prime time) sehingga ngga nonton pun saya bisa tahu cerita dan adegannya hanya dari suara dialog dan sound efeknya. x_x Dan sebagai anak yg baik tentu saya ngga mungkin merebut remote tv dan menggantinya sesuka saya ketika orangtua yang sudah cape bekerja hendak mencari hiburan meski dgn menonton tayangan yg sangat saya benci.

    No offense buat yg suka sinetron maupun yang biasa aja sama sinetron, toh pendapat pribadi boleh beda-beda. Tp cuma mo ngasih tahu saja klo ada juga kategori yg terpaksa nonton / ngikutin sinetron meski cm dr suaranya.