Arthemia Premium

Get the pro version of Arthemia: The Arthemia Premium. Read the side-by-side comparison here.

The Platformate Theme

Platformate: Your blog's total makeover. Available for sale now!

Side Notes

This entry was posted on 14 February 2008 at 16:35 and filed under Indonesia section.

You can add your comments or trackback from your own site. To keep you updated to the latest discussion, you can subscribe comments via RSS.

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally recognized avatar, please register at Gravatar.com.

Home » Blog » Indonesia

Sinetron Sampah tapi High Rating, Siapa yang Salah?

A: “Eh, lo nonton sinetron A gak? Sampah banget tau ga si lo! Adegannya tuh super berlebihan! Kayanya segala-galanya tuh sedihhh bangettt! Pihak antagonisnya tuh jahatttt banget.. Gak berkualitas banget sih sinetron Indonesia tuh.. Mana banyak banget yang nge-jiplak!”
B: “Ooo.. gitu ya? Gua gak nonton tuh.. emang hampir semua sinetron Indonesia ya yang kaya gitu?”
A: “Iya banget! Nih ya sinetron A, sinetron B, sinetron C, sinetron D, sinetron E, sinetron F, bla.. bla.. bla.. semuanya tuh sampah! Gua gak ngerti deh kenapa masih aja ditayangin di televisi!”
B: “Wah.. lu tau banyak sinetron juga ya! Tiap hari mangkal di depan TV ya? Bisa dibilang lo salah satu fans sinetron juga ya.. Kok udah tau gak berkualitas tapi masih ditonton??”
A: (diam)

Saya rasa judul post ini sudah benar-benar merangkum apa yang akan saya paparkan. Sudah pasti post kali ini berhubungan dengan sinetron, rating, dan pihak yang patut dipersalahkan. Anda salah satu dari sekian banyak orang yang amat membenci sinetron? Ada baiknya bila Anda mengulas kembali alasan-alasan utama yang membuat Anda berpikir demikian.

Sebelumnya, ada baiknya kita mengulas beberapa opini publik (tentunya secara parsial) terhadap sinetron Indonesia:

  1. Sinetron Indonesia hiperbolis dan terlalu amat melebih-lebihkan
  2. Sinetron Indonesia kerap menjiplak karya drama sejenis dari luar negeri (Jepang, Korea, dsb)
  3. Sinetron Indonesia menggunakan materi yang memiliki efek buruk terhadap anak-anak di bawah umur
  4. Sinetron Indonesia memiliki arah cerita yang amat fleksibel agar sinetron dapat terus tayang di televisi walaupun cerita sudah amat tak terarah dan terkesan dipanjang-panjangkan.

Bagaimana? Anda semua cukup sependapat? Nah, tapi jangan hanya berpikir sampai di sana saja karena ada beberapa fakta menarik yang patut Anda ketahui:

  1. Sinetron Indonesia menduduki jadwal siaran PRIME TIME hampir di semua stasiun televisi
  2. Sinetron Indonesia merupakan jenis acara televisi yang selalu mendapatkan rating terbaik berdasarkan audience share research yang dilakukan berbagai perusahaan rating nasional dan internasional
  3. Sinetron Indonesia memiliki materi sejenis semenjak mulai booming pada awal dekade 1990-an hingga saat ini.
  4. Sinetron Indonesia benar-benar menyerap banyak tenaga kerja di dunia pertelevisian mulai dari aktor, aktris, kru film, bahkan hingga produser.

Nah.. Anda kaget? Saya yakin tidak.

Sekali lagi saya tekankan, sinetron Indonesia sangatlah HIGHLY RATED dan ditempatkan di slot PRIME TIME. Siapa yang dapat menyebabkan mereka meraih kesuksesan seperti demikian?

Jawabannya: PENONTON SINETRON ITU SENDIRI.

Maka dari itu, silakan Anda memilih beberapa kesimpulan yang mungkin dari kesimpulan-kesimpulan di bawah ini:

  1. Penggemar televisi Indonesia benar-benar manusia-manusia yang munafik karena di suatu sisi mereka mecela habis-habisan karya anak bangsanya sendiri namun di sisi lain tetap menghabiskan malamnya untuk duduk manis di depan televisi menonton sinetron yang amat dia benci.
  2. Penggemar televisi Indonesia pada dasarnya memang menyukai hal-hal yang hiperbolis, berlebihan, dan dramatis. Di sisi lain penggemar televisi Indonesia mentolerir karya-karya jiplakan dan tidak terlalu peduli terhadap efek buruk sinetron terhadap perkembangan mental anak-anak bangsa.
  3. Penggemar sinetron Indonesia mungkin jauh lebih banyak secara jumlah apabila dibandingkan dengan pembenci sinetron Indonesia yang memang konsisten dengan kebencian mereka. Hal itu menyebabkan sinetron Indonesia tetap terus hidup dan tumbuh berkembang hingga detik ini. Dan kalau ternyata sebenarnya jumlah pembenci sinetron Indonesa jauh lebih banyak, berarti sebagian besar dari mereka ialah orang-orang yang munafik.
  4. Penggemar sinetron Indonesia sebenarnya tidak menyukai sinetron-sinetron tersebut karena memang kualitasnya yang rendah namun berhubung mereka semua tidak tahu cara lain untuk mengisi waktu produktif mereka di malam hari, mereka memilih untuk menjadi pemerhati sinetron dan menggunakan berbagai adegan-adegan di dalamnya sebagai bahan gosip dan cela-celaan.

Sinetron Sampah tapi High Rating, Siapa yang Salah?Selain empat kemungkinan kesimpulan di atas, saya ingin mengungkapkan satu opini pribadi saya:
Mereka yang saya katakan munafik pada paparan di atas pada umumnya dapat memberikan 5 contoh keanehan, kehiperbolisan, pendramatisasian yang berlebihan, penjiplakan, dan segala nilai buruk yang dimiliki sinetron dari 5 sampel sinetron yang berbeda dan mereka terus mengikuti perkembangan keburukan-keburukan itu setiap hari, dari waktu ke waktu.

Bangun dan sadarlah! Satu-satunya pihak yang patut dipersalahkan ialah mereka sang orang-orang munafik. Ini semua bukan salah aktor, aktris, sutradara, produser, perusahaan pengiklan, perusahaan riset statistik, atau bahkan penonton setia yang memang tulus menyukai sinetron Indonesia.

Kalau memang Anda berpikir bahwa sinetron Indonesia tidak berkualitas, ya jangan ditonton!
Kalau Anda sebenarnya suka akan sinetron Indonesia, ya bilang saja “SUKA”.. jangan terpaksa bilang “Sampah banget tau ga sih..” hanya agar tidak terlihat memalukan karena Anda menyukai sinetron Indonesia. Menyukai produk dalam negeri itu tidak memalukan dan tidak mengurangi harga diri Anda.. kemunafikanlah yang mengurangi harga diri Anda sebagai manusia.

Saya tidak membenci sinetron Indonesia dan saya juga bukan salah satu fans setianya.
Terkadang saya menonton beberapa sinetron itu sebagai hiburan dan pengisi waktu saya di malam hari.

Apakah bodoh untuk menonton sinetron Indonesia? Tidak.
Apakah bodoh untuk tidak menonton sinetron Indonesia? Tidak juga.

Lalu siapa yang bodoh?

Mereka yang bodoh ialah mereka yang menjadi penggemar setia sinetron Indonesia sambil terus menghujat dan menghujat tapi tak pernah absen untuk duduk manis di depan TV di malam hari.

43 Comments

  1. Indra said:

    Ada lagi,ngakunya sinema Islami,cuma karena salah satu pelakonnya berpakaian wanita muslim,tapi isi ceritanya ngga ada unsur dakwah sebagaimana seharusnya sinema berkategori reliqi,tetep aje rebutan warisan dsb,pokoke sampahlah sinetron indonesia,mending nonton film kucing.

  2. jyotai123 said:

    Itu sih elo klo gw gak gtu…
    Klo jlek y g usa dtonton, mending gw nonton metro/tv one, nonton brita/dokumenter/reality sow…Ato donlot animE,btw anime kwalitasnya jutaan x lipat dr pd sinetron.Hard disk penuh dgn anime HAREM….

    Sinetron tontonan bwat SON OF A BINCH

  3. wildan said:

    Mnurut gw seeh yh emank ga bsa dpungkirin klo bnyakny cercaan tp rating tinggi tu jg ad krna kmunafikan kta2 jg yg hnya bsa mngkritik d dpn’n dbakangny yh…who knows,,
    tp mnurut gw intinya tu kmampuan indonesia saat ini bru bsa sprti itu aj,,otomatis orng2 yg mcari hiburan lwat tv mwu ga mwu nonton jg tu snetron krna jmlhny siaranny yg bjibun bnyakny.. Jd sapa yg salah?? Kyany kga ad dh.. Klo kta emank suka ya tonton aj, klo ga ska ya ga usah d tonton tu sinetron.. Gampang kn,,jd ga prlu bnyak comment..he2…

  4. dwg said:

    Saya jg merasa prihatin akan banyaknya orang yg terbuai oleh sajian2 yg jauh dari manfaat dan cenderung pembodohan. padahal masih banyak kegiatan lain yg lebih bermanfaat dari sekedar terbuai oleh jalan cerita karangan manusia yg notabenenya permainan perasaan dan khayalan. mari kita ingatkan orang2 terdekat bahwa hidup ini singkat, gunakan waktu sebaik-baiknya. jadikan hidup di dunia sarat manfaat untuk akhirat.

  5. Orang Indonesia said:

    Tonton aja berita .. eduaction, atau si bolang :P
    solusi yg tepat sih ga usah ditonton, g aja ga apal ama judul2 sinetron, emang ada berapa? ama nama pemainnya ga apal .. haha.. indonesia .. indonesia ..

    Ouh ya .. bwt Metro TV berani ga ya? bikin donk Semacam Idol idol Indonesia tapi di bidang Edukasi,tehnik, pencipta kratifitas atau apalah .. jgn cuman entertaint…

  6. vikabanged said:

    aku bukan pecinta sinetron tapi……..cinta fi3 sanggup bikin aku rela nungguin ampe jam setengah duwa belas, :shock: padahal besok subuh dah harus siap - siap kerja.eit!!jangan dikira aku ga profesional dalam bekerja.kerja tetep lancar koq dan nggak ada ngantuk - ngantuqnya tuch! :lol:
    buwat kang hilman..tetep berkarya yawh…jangan keabisan ide.ntar klo dah buntu tanya aku ajah.hehe..dijamin nggak bakal norak over katro blebihan ato apalah, :roll: cieee..obsesi niyh!!boleh dunk skalikali narzies :razz:

  7. Marisa said:

    Kondisi psikologis masyarakat yang perlu dipertanyakan.
    Why do they feel good watching those scenes? And have the fictional characters reflected a certain part of their identity?

    Sinetron Indonesia cukup edukatif juga loh!
    Edukasi moralitas hitam VS putih. Tipikal?

    But I still lop you, Adly Fairuz. Mwahmwah. :mrgreen:

  8. Hning said:

    Simpel aja jawabnya, seleksi alam. Tar kan masyarakat mikir sendiri, atau kalo g malah KO sendiri, wekekekek….

  9. sabian said:

    sinetron….?
    jujur bgt aku gak exciting ngomongin topik itu.. tapi sebagai penduduk Indonesia yang peduli akan infotainment dan entertainment jadi tergugah juga pngen ngomong..:)
    so,…. maunya sinetron tuh apa sih sbnernya?
    aku selalu meres otak buat cari sisi edukasinya, tapi gak dapet2. sebenarnya ada sih… tapi kecil banget, sekecil amoeba lah…!

    eh, kalo ada temen2 yang tau sinetron bagus akhir2 ne kbri aku yah…..

  10. Risya said:

    Hehehe…..sinetron….sinetron…kmana kmu yang dulu…aku rindu…puolllllll……
    Gara-gara sinetron aku jadi kayak orang ga guna tiap malem, iya kalo lagi ada duit bisa ke rental pinjem dvd tapi kalo lagi bokek plus kere….rasanya mau ambruk aja dunia ini.
    Jadi sinetron…..please….please…deh…give me something ‘cos u always give me nothing :sad: :sad:

  11. Risya said:

    hehehehe….sinetron….sinetron…..kemana dirimu yang dulu…..aku rindu lho…….
    sekarang tiap malem kayak orang nggak guna di rumah gara-gara gak ada acara yang bisa di tonton. Mending klo lagi da duit bisa ke rental pinjam dvd…kalo lagi bokek + kere….waduh…dunia rasanya mo ambruk.
    Jadi buat sinetron….please…please…deh….give me something ‘cos u always give me nothing

  12. michaeljubel (author) said:

    Risya - hmm, kalo masalah educated people dan demo sih bingung juga kali ya.. karena gak semua sinetron jelek juga.. tapi gak semua artis mau sadar bahwa sinetronnya jelek. hahahaha.. ya gt deh..

    Eka - gua tau! namanya Penty sesuatu ya? Hahahaha.. gua gak tau sih orangnya yang mana tapi pasti pernah lewat lah pas gw nonton TV. hehe.. gile eka, temen lo kok mau sih??

    Mya - tapi ya my, menghujat sambil mencintai sinetron memang sebuah hal kontras yang menarik! bak guilty pleasure. hahahaha.. btw lu temenan juga ama temen si eka ‘Penty’ itu? ckckckck..

    auzan - bener juga ya.. gua baru inget sinetron Abad 21, lalu sintron yang ada artis buta nya itu.. duh siapa sih lupa gua.. ya gt2 lah.. kayanya menarik2 aja ya jaman dulu.. tapi kenapa sintron sekarang jadi satu tema ya? hehe..

  13. Risya said:

    Well, aku setuju kalo sinetron dulu tuh lebih mutu. paling gak kita masih di kasih pilihan coz genre nya yang emang beda-beda. Lha sekarang? cuma nangis, kalo ga gitu maen tempeleng, kalo ga gitu melotot2….waduh!!!! mau jadi apa Indonesia ini. ckckckck
    aku juga setuju ma Eka, emang si kalo yang di indosiar tuh agak meragukan….yah meragukan banget lah kualitas edukasinya!!! dan yang jelas aku ngrasa cuma orang bodoh yang nyelesein masalah sambil dangdutan and joged2….
    betul tho??????

  14. auzan_abirama said:

    eh,,,

    mengomentari comment cewe gw ndiri…hehe,,

    menurut gw bagusan sinetron jaman dulu loh, baik dari segi cerita maupun kualitas pemainnya…..

    at least coba lo bandingin raffi ahmad / cinta laura, dengan primus yustisio / jihan fahira sekitar 10 tahun lalu..Opini gw sih bagusan 2 nama terakhir, dan seinget gw, gw dulu nonton sinetron ma sodara2 gw yang udah kuliah, dan mereka suka sinetronnya…

    meskipun ada beberapa sinetron yang akhirnya kaya “Tersanjung” dan kaga tamat2…

    Tapi coba deh kita telaah (widih bahasanya…)sinetron kaya “Noktah Merah Perkawinan”, atau yang laganya kayak “Deru Debu”, yang ringannya kayak “Lupus”,,

    yah menurut gw…it’s better lah, apalagi dengan teknik dan teknologi sinematografi 10 tahunh lalu…

  15. eKa said:

    gue udah liat blog nya! lu nemu di mana? kocak banget sih!

    buat risya, pemain sinetron yang mana dulu? yang di Indosiar sih kayanya cuma asal masuk tv doang, kualitas ga penting… ya ga?

  16. mya said:

    Ralat eka,bukan minggu siang tapi tiap hari dari pagi sampe sore. Sinetron paling sampah yang pernah ada. Tapi emang gw tonton soalnya enak buat dhina-hina :grin: . Bayangin ada eksekutif muda yang kerjaannya dugem tiap hari di klub dangdut. Udah gitu di tiap sinetron lagu dangdutnya sama semua. Oiya kalo lagi iseng coba liat di vertex,,ada dong dvd soundtrack sinetron indosiar.
    Kata gw ini jenis sinetron paling parah yang pernah ada..dalam 1 scene artisnya ngucapin kata2 tolol,bego,bla bla bla 10 kali. Belum adegan jambak rambut, cekik leher,
    mana sore2 lagi ditayanginnya.Heboh!
    Satu lagi ada penggemar sinetron itu yang bikin blog yang isinya adalah : review tiap episode sinetron dangdut itu,,dan profile dari semua artis..termasuk temen smpnya eka yang namanya Pent*
    Kalau ada yang kurang kerjaan ,coba liat disini
    http://pangeran229.wordpress.com/

    dan iya bel gw termasuk golongan ini “Mereka yang bodoh yang menjadi penggemar setia sinetron Indonesia sambil terus menghujat dan menghujat tapi tak pernah absen untuk duduk manis di depan TV di malam hari.”

    bukan penggemar setia si tapi pencaci setia..haha

  17. eKa said:

    lu tau sinetron yang Minggu siang di Indosiar ga? yang ceritanya suka cross-over antara cerita silat sama India… terus suka ada nyanyi2 dangdut…

    yang suka jadi pemeran utama, inisialnya P (lu tanya si Mya deh, dia apal banget!), itu temen SMP gue… gue jadi bingung deh harus seneng apa malu pernah temenan ma dia…. :grin:

  18. risya said:

    ngomong2 para pemain sinetron tuh kbnyakan educated people lho…. kok gak pnya kesadaran buat protes ato demo sesama pemain sinetron gitu….
    kan seru yah???
    trus mereka mogok main sinetron pasti smua stasiun tv bngung cari acara pengganti. atau para produser yg malah sibuk cari pemain baru???
    wah… bnuh diri tuh jadinya para artis yg demo…
    truz gimana dong???

  19. michaeljubel (author) said:

    alter
    hahahahaha.. emang sih sinetron banyak kejelekannya.. tapi banyak nilai positifnya juga kok.. hehe.. lo ampe di-ban ama keluarga? huehehe.. keluarga lu cukup sangat anti-sinetron ya brarti? hehe..

    obiyakhi
    bikin sensasi? ah.. masa dibilang gini aja dikiran bikin sensasi. hehehe.. sinetron season 2? cinta fitri season 2 ya? hahahaha.. ya brarti mereka merasa berhasil kali ya.. hehe..

    oline
    mencekal Dewi Persik tapi sering ngebooking call-girl? hwahahaha.. gak ikut2an dehh.. hehehe.. Indonesia emang penuh orang munafik.. betul! malah kadang kita juga ikut munafik.. semoga kita dan mereka2 cepet sadar.. hehe.. ASTRO? iya tuh bagus juga.. tapi kmrn di-suspend gara2 belum bayar pajak ya? hehehe..

  20. Oline said:

    Itu yg gw ga habis pikir, udah tau jelek kok ditonton. Sama juga dengan mencekal Dewi Persik tapi sering booking call-girl (eh jadi ngelantur)
    Hihihi … Indonesia memang dipenuhi manusia munafik.
    Makanya Bel, berhubung gw udah py anak (upss ketauan deh statusnya) :lol: , gw langganan ASTRO (bukan promosi lho). So, tontonannya ga pernah sinetron, kl ga Thomas and Friends, Mickey Mouse, Little einstein, dll (sorry kl ga familiar) :eek:

  21. obiyakhi said:

    wah ni artikel gk takut bikin sensasi apa…??
    nanti ada beberapa pihak yng tersinggung gmana…??
    tapi sebnarnya gw stuju, klo sinetron indo tuh gk utu banget….udah jiplakan malah gk karuan ceritanya…..gk bagus banhet tuh.
    mentang2 sinetronnya high rating, eh langsung d panjangin ceritanya…bahkan sampe ada session 2 nya lagi…..trus ko high rating lagi bakal lanjut nih sessionnya.
    tapi kita harus katakan tidak untuk menonton acara yang tidak berkualitas .bukannya turut membangun bangasa malah bisa merusak pikiran karena cerita2 sinetron bisa mempengaruhi jalan pikiran orang yang menontonnya.

  22. alter said:

    karena sangking hobinya nyela dan ketawa cekikikan pada setiap ‘kejanggalan’ scene/plot/akting di sinetron (yang mengingat ini adalah sinet Indo geto loh = BANYAK BANGET DEH!), keluarga g sendiri akhirnya dengan ‘bijak’ nge-banned gue dari acara nonton tipi bareng.

    Ya sud deh, balik lagi deh browsing net sekalian nyari kejelekan sinetron (no. 1 bikin g dikucilkan dari keluarga tuh heuehuehue)

  23. michaeljubel (author) said:

    oke dre, thx for the correction.. paham bgt lu kayanya akan film tersanjung.. hahaha..

    dan gua setuju bgt ama lo, yi. make-up nya dong!! bangun tidur aja pipinya merah bgt! blush-on nya tebel!!

    iya tih komennya emang jadi agak pribadi nih.. si fikri tuh dibuka aib nya ama yanyan.. hahaha.. fik.. fik.. hahaha.. and, elu comment ceritanya sampah? lu nulis di blog lu maksudnya? hahaha.. anyway, this post is inspired by yours; in the other point of view. hehehe..

  24. ratih wulandari said:

    wahahahahahaha.. lucu2 ya komennya.. yah, klo gw pribadi si tergantung siapa yang mainlah.. asal ganteng boleh juga ditonton.. hahahahahahha.. klo gw komen betapa ceritanya sampah dan sebagainyaa bukan berarti gw benci lhoo.. hehehe since its on prime time gt, mana mungkin lo jadinya ngga nonton kan? hahahhahah

  25. si tukang nyampah said:

    Hahaha…dulu jaman gue ngikutin banget sinetron Tirai Sutra…*oops…ketauan deh generasinya…hihhi* gara2 ada Tio Pakusadewo!!! CAKEEEEP, hiihihi.

    Waktu masih di jakarta, gue seringnya nyampe rumah diatas jam 9 malem…dah mikir kalo tuh sinetron pasti udah ga maen kalo udah lewat jam 9. TERYATAAAAAAAAA….masih ADA!!! Huh…sebel!

Leave your comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled website. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.com.

Greetings

Welcome to JUBEL and The Unessentials: a blog, portfolio, and personal website of Michael Jubel Hutagalung.

Who am I?

I am a web designer from Bandung, Indonesia. Addicted to CSS, XHTML, AJAX, and Wordpress. I'm currently available for freelance projects. Just give me a buzz and tell me what you need.

Buzz Me!